Kota Surabaya Jadi Pilot Project Aplikasi Perlinsos Digital, Pangkas Waktu Verifikasi Bansos Jadi 15 Menit

- Publisher

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji coba perlinsos digital di Surabaya/dok.bicarasurabaya.com

i

Uji coba perlinsos digital di Surabaya/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Kota Surabaya resmi terpilih menjadi salah satu pilot project dalam uji coba aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital. Pelaksanaan uji coba ini bertempat di Kelurahan Pakis, Jalan Dukuh Kupang Timur XX Nomor 791, pada Jumat (12/6/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari reformasi pelayanan publik untuk memangkas rantai birokrasi, menghilangkan subjektivitas, serta memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran ke masyarakat yang benar-benar berhak.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemenkes), Robben Rico, menjelaskan bahwa uji coba di Surabaya ini merupakan kelanjutan dari piloting pertama yang sukses digelar di Banyuwangi. Secara total, ada 42 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi uji coba transisi digitalisasi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Robben menyoroti keunggulan utama dari aplikasi Perlinsos digital ini, yang kini telah didukung oleh teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sistem baru ini mampu mempercepat proses penentuan kelayakan penerima bansos secara drastis.

“Kalau proses manual yang lama, rantai birokrasinya sangat panjang. Harus diusulkan berjenjang dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, ditetapkan Kepala Daerah, baru dikirim ke Kemensos dan diproses bersama BPS. Itu memakan waktu sampai 3 bulan,” ujar Robben Rico.

Menurutnya, dengan sistem digital berbasis AI, bisa memangkas waktu pendaftaran yang biasanya dilakukan berbulan-bulan.

Baca Juga:  Belasan Tahun Dilanda Banjir Kiriman, Wali Kota Eri Sidak Lokasi Siapkan Solusi

“Kemudian untuk menganalisis dan memutuskan apakah seseorang layak atau tidak menerima bantuan, sistem hanya butuh waktu 15 hingga 45 menit. Ini memangkas birokrasi dan tata kelola secara luar biasa,” ujarnya.

Perubahan sistem ini didasarkan pada temuan data Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang menunjukkan banyaknya penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran akibat faktor subjektivitas di lapangan.

Roben menggungkapkan bahwa melalui aplikasi Perlinsos ini, keputusan kelayakan sepenuhnya diambil oleh sistem berdasarkan data objektif. Ia merasa dengan aplikasi ini dapat meminimalisir fenomena penerima titipan.

“Menuju ke sana. Pelan tapi pasti kita kerjakan. Ini tidak mudah karena data kemiskinan itu sangat dinamis, tingkat kesejahteraan seseorang bisa berubah dalam hitungan detik, misalnya jika tulang punggung keluarga tiba-tiba meninggal dunia. Melalui sistem terintegrasi ini, kita ingin memastikan negara hadir melindungi warganya sesuai amanat Pasal 34 UUD 1945,” tambah Robben.

Kemensos menargetkan tahap sosialisasi dan uji coba diselesaikan tahun ini, sehingga aplikasi Perlinsos digital dapat diimplementasikan secara nasional pada tahun 2027.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa digitalisasi bansos ini bukan sekadar urusan migrasi data dari cara manual ke aplikasi digital.

Baca Juga:  Surabaya Izinkan Iuran 17 Agustus, Asal Sukarela

“Ini adalah perbaikan tata kelola untuk memperkuat akurasi, meningkatkan transparansi, dan memastikan bantuan tepat sasaran. Peran Komdigi di sini adalah menyediakan layanan terkait data,” kata Fifi.

Komdigi bertugas memadukan seluruh data dari berbagai kementerian dan lembaga sebagai bahan panduan verifikasi di lapangan. Data yang diintegrasikan meliputi data Dukcapil, Kementerian ATR/BPN, Samsat, Korlantas, BPJS, dan lembaga terkait lainnya.

“Dengan integrasi ini, verifikasi data warga menjadi jauh lebih cepat. Jika hanya daftar saja 1-2 menit selesai. Waktu 15 hingga 45 menit itu pun sudah termasuk jika ada proses sanggah dari warga. Kami berharap melalui uji coba ini, literasi digital masyarakat juga ikut meningkat,” terangnya Fifi.

Dalam hal ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya telah menyiapkan lebih dari 12.000 agen yang dilatih khusus untuk mendampingi warga dalam mengakses sistem baru berbasis kecerdasan buatan ini.

Kepala Dinsos Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengungkapkan bahwa Pahlawan menjadi salah satu daerah piloting perluasan yang ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat. Sebelum menyasar Kelurahan Pakis, uji coba awal dan Bimbingan Teknis (Bimtek) telah sukses dilaksanakan di Kelurahan Ketabang dan Kelurahan Genteng, dan kini mulai dikembangkan ke wilayah Kecamatan Sawahan.

Baca Juga:  Vaksin Booster Jadi Upaya Pemkot Tangkal Kenaikan Kasus Covid-19

“Aplikasi ini terus kita uji setiap hari. Melalui kolaborasi ini, warga bisa mendaftar secara mandiri bagi yang sudah memiliki ponsel yang sesuai. Bagi yang tidak memiliki perangkat, di sinilah peran agen yang kami siapkan untuk membantu masyarakat di lapangan,” ujar Antiek saat mendampingi kunjungan jurnalis Program Digitalisasi Perlinsos di Kelurahan Pakis.

Antiek menjelaskan, keunggulan utama dari integrasi data nasional ini adalah kemampuannya dalam memverifikasi kelayakan secara instan dan objektif, menggantikan metode survei manual yang memakan waktu lama. Sistem Perlinsos digital ini langsung terkoneksi dengan berbagai basis data penting, mulai dari Data Sasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)/Desil, Korlantas Polri, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga data PLN.

Hingga saat ini, Dinsos Surabaya mencatat baru sekitar 300 hingga 400 data warga yang masuk dalam sistem uji coba ini. Proses input data terus dievaluasi setiap hari bersama kementerian terkait untuk memetakan kendala teknis pada aplikasi sebelum diluncurkan secara massal.

“Basis utama untuk mengakses aplikasi Perlinsos Digital ini adalah Identitas Kependudukan Digital (IKD). Oleh karena itu, para agen di lapangan memiliki tugas ganda, yaitu membantu warga mengaktivasi IKD sekaligus mendaftarkan mereka ke dalam sistem Perlinsos,” pungkasnya. (RF)

Berita Terkait

Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 Jadi Rp 2,574 Juta per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 5.000 Jadi Rp 2,576 Juta
Harga BBM Pertamina Oktober 2026 Tak Naik, Ini Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu Jadi Rp2,595 Juta per Gram
Harga Emas Antam Turun Rp16 Ribu, Kini Rp2,597 Juta per Gram
Harga Emas Antam Naik Rp 23 Ribu, Kini Rp 2,613 Juta per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15 Ribu, Jadi Rp2,59 Juta per Gram

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Maraton ISOPLUS Putar Rp74,78 Miliar, Tapi Banjir Protes Penutupan Jalan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 Jadi Rp 2,574 Juta per Gram

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 5.000 Jadi Rp 2,576 Juta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Harga BBM Pertamina Oktober 2026 Tak Naik, Ini Daftar Lengkapnya

Rabu, 30 September 2026 - 10:15 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu Jadi Rp2,595 Juta per Gram

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB