BMKG Ungkap Penyebab Hujan Guyur Surabaya-Sidoarjo Saat Kemarau

- Publisher

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi-ist/BS)

i

(Foto: Ilustrasi-ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Hujan masih mengguyur sejumlah wilayah Surabaya dan Sidoarjo meski Jawa Timur telah memasuki musim kemarau. Fenomena ini dipicu gangguan atmosfer yang tengah melintasi wilayah Jawa Timur.

Sejak Jumat (12/6/2026) dini hari, hujan berintensitas ringan hingga sedang terpantau turun di sejumlah kawasan Surabaya dan Sidoarjo. Bahkan hingga siang hari, hujan masih terjadi di beberapa titik di Kota Pahlawan.

Prakirawan BMKG Juanda Andrie Wijaya menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi gelombang Rossby yang saat ini melintasi Jawa Timur.

“Saat ini sedang terjadi gangguan atmosfer akibat adanya gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur,” kata Andrie saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, pengaruh gelombang Rossby diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

“Diprakirakan hingga 15 Juni 2026,” ujarnya.

Selain faktor atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat di kawasan Selat Madura juga turut mendukung pembentukan awan hujan.

“Suhu muka laut di Selat Madura yang lebih hangat dapat mengakibatkan pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab hujan,” jelas Andrie.

Baca Juga:  11 Perjalanan KA Daop 8 Surabaya Terdampak, Imbas Kecelakaan Bekasi

Kombinasi kedua faktor tersebut membuat potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur meski secara klimatologis sudah memasuki musim kemarau.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga juga disarankan memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Dengan masih aktifnya gangguan atmosfer hingga pertengahan Juni, hujan diperkirakan masih berpotensi turun di Surabaya, Sidoarjo, dan sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB