Bicarasurabaya.com – Bunda Literasi Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengapresiasi penyelenggaraan pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur yang telah berlangsung selama dua dekade. Menurutnya, ajang tersebut menjadi langkah penting untuk membina sekaligus melestarikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Dalam puncak pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur di Aula Cut Nyak Dien Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Arumi menegaskan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya.
“Hari ini pemilihan Duta Bahasa Jatim dan sudah 20 tahun diselenggarakan. Kegiatan ini harus dilestarikan karena bahasa Indonesia dan bahasa daerah merepresentasikan identitas diri kita,” ujar Arumi dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (13/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai para finalis yang nantinya mewakili Jawa Timur di tingkat nasional harus mampu menjadi representasi kekayaan budaya daerah. Sebab, Jawa Timur dikenal memiliki wilayah luas dengan ragam bahasa lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.
Arumi juga menyoroti pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO sejak 2023. Momentum itu, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengenalkan bahasa Indonesia hingga tingkat global.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, Arumi mendorong para duta bahasa tetap membuka diri terhadap penguasaan bahasa asing. Namun, penguatan bahasa Indonesia dan bahasa daerah tetap harus menjadi fondasi utama.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing justru dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya dan bahasa Indonesia kepada dunia internasional.
Kepada para finalis yang akan maju di tingkat nasional, Arumi meminta mereka tidak terbebani secara berlebihan meski sebagian masih berstatus pelajar.
“Boleh nervous tapi jangan berlebih. Harus bisa menikmati persaingan karena dengan persiapan matang saya yakin mereka mampu memberikan hasil terbaik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno, mengatakan pemilihan Duta Bahasa menjadi program strategis dalam pembinaan bahasa dan sastra di kalangan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan yang telah berjalan selama 20 tahun itu bertujuan menumbuhkan kesadaran pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah.
Tahun ini, seleksi diikuti 120 peserta yang lolos tahap administrasi. Setelah melalui seleksi tulis dan wawancara, terpilih 20 finalis terbaik putra-putri Jawa Timur.
Para pemenang nantinya akan mewakili Jawa Timur bersaing bersama 63 duta bahasa dari 31 provinsi pada ajang tingkat nasional.
“Seluruh rangkaian kegiatan untuk membentuk duta bahasa yang cerdas dan memiliki integritas menjaga bahasa Indonesia dan bahasa daerah,” ujar Puji.(BS/za)











