Bicarasurabaya.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Kelompok 4 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di RW 02, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Program tersebut mengusung tema “Pembuatan Kebun Asri Berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Sayuran” sebagai upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus memperindah lingkungan permukiman warga.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Mahasiswa KKN bersama warga RW 02 serta Kader Surabaya Hebat (KSH) bahu-membahu mengolah lahan menjadi kebun produktif yang ditanami berbagai jenis TOGA, seperti jahe, kunyit, bayam brazil, dan serai, serta sayuran konsumsi harian seperti tomat dan cabai.
Selain menghadirkan nilai estetika bagi lingkungan, kebun tersebut juga memberikan manfaat praktis bagi warga. Hasil panen dari tanaman yang dibudidayakan dapat dimanfaatkan sebagai bahan dapur sehari-hari maupun sebagai alternatif pengobatan herbal, sehingga mendukung pola hidup sehat berbasis kearifan lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Kelompok 4 KKN SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur, Rashad Nawfal, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi yang solid antara mahasiswa dan masyarakat. “Koordinasi dengan perangkat RW serta partisipasi aktif warga menjadi faktor utama kelancaran kegiatan. Kami berharap kebun ini dapat terus dirawat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Mohammad Syarrafah, menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan dan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif.
“Program kebun TOGA ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, ketahanan pangan, dan lingkungan berkelanjutan. Kami berharap keberlanjutan program ini dapat dijaga melalui keterlibatan aktif masyarakat serta dukungan dari perangkat setempat,” ungkap Mohammad Syarrafah saat mendampingi mereka membuat kebun asri itu.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang penting. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami dinamika sosial masyarakat secara langsung.
Dengan adanya program ini, diharapkan RW 02 Sidotopo dapat menjadi contoh kawasan berbasis lingkungan hijau dan mandiri pangan di tingkat lokal. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna menciptakan inovasi-inovasi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan bersama. (Penulis: Mohammad Syarrafah)









