Bicarasurabaya.com – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Klino, Kabupaten Bojonegoro, pada 18 April 2026. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas promosi digital produk unggulan desa, yakni bawang goreng “Emas Merah” yang diproduksi oleh kelompok ibu-ibu PKK setempat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pelatihan mengenai teknik pembuatan konten promosi yang efektif dan menarik. Peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga praktik langsung dalam menyusun konten yang sesuai dengan tren digital saat ini. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya perencanaan konten melalui kalender konten agar strategi promosi dapat berjalan lebih terarah dan konsisten.
Pelatihan ini juga mencakup pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pemasaran produk lokal. Mahasiswa memperkenalkan berbagai alat digital serta strategi untuk meningkatkan keterlibatan (engagement) di media sosial, sehingga produk bawang goreng “Emas Merah” diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program pemberdayaan ini merupakan inisiasi dari dosen pembimbing, Drs. Saifuddin Zuhri, M.Si. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelatihan teknis, tetapi juga pada perubahan pola pikir pelaku UMKM. “Kami ingin mendorong masyarakat desa, khususnya ibu-ibu PKK, agar tidak hanya memproduksi, tetapi juga mampu mengemas dan mengomunikasikan produk mereka secara menarik di ruang digital. Di sinilah nilai tambah produk bisa meningkat,” ujarnya.
Kepala Desa Klino, Dwi Nurjayanti, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi desa. “Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Harapannya, ibu-ibu PKK bisa lebih percaya diri dalam memasarkan produk ‘Emas Merah’ secara digital dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut. “Sinergi seperti ini penting untuk mengembangkan potensi desa. Kami berharap ke depan ada pendampingan lanjutan agar hasil pelatihan ini benar-benar bisa dirasakan dalam peningkatan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengelola konten promosi secara lebih profesional sehingga dapat meningkatkan daya saing produk. Peningkatan kualitas pemasaran tersebut diyakini akan berdampak pada kenaikan nilai jual produk sekaligus mendorong kesejahteraan keluarga dan masyarakat desa secara keseluruhan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam mata kuliah perilaku konsumen, yang menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi berbasis inovasi dan literasi digital. UPN “Veteran” Jawa Timur berharap program serupa dapat menjadi model bagi desa lain dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi komunikasi modern. (Penulis: Saifuddin Zuhri/RF)






