Bicarasurabaya.com – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Slahung sejak Selasa (14/4/2026) malam memicu longsor di sejumlah titik jalur Ponorogo-Pacitan. Material tanah, lumpur, dan kayu lapuk menutup badan jalan hingga mengganggu akses dan membahayakan pengguna.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masnun menyebut terdapat sedikitnya sembilan titik longsor, dengan dampak terparah berada di kawasan perbatasan Ponorogo-Pacitan.
“Ada sembilan titik, sebagian besar di jalur Ponorogo-Pacitan. Ini masih kami petakan,” ujarnya, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan Perhutani petak 56. Polisi menyebut tingginya curah hujan menjadi pemicu utama.
Kapolsek Slahung AKP Pitoyo menjelaskan, material longsor cukup tebal dan licin sehingga berisiko bagi pengendara. Untuk itu, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup.
“Materialnya banyak dan licin, jadi kami lakukan buka-tutup demi keselamatan,” katanya.
Petugas gabungan telah dikerahkan untuk penanganan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) menurunkan alat berat, sementara BPBD dan pemadam kebakaran membantu pembersihan material melalui penyemprotan.
Dampak longsor juga dirasakan di fasilitas umum, termasuk area UGD Puskesmas Slahung yang ikut terdampak.
Di lokasi lain, longsor juga terjadi di Dusun Krajan, Desa Tugurejo, yang berada di jalur Ponorogo-Pacitan KM 22. Warga sempat mendengar suara gemuruh sebelum tebing runtuh pada dini hari.
Material berupa tanah dan batu besar dilaporkan menutup saluran air dan bahu jalan. Tinggi timbunan mencapai sekitar 7 meter dengan lebar sekitar 5 meter.
Hingga saat ini, pembersihan masih berlangsung oleh tim gabungan dari BPBD, pemerintah desa, dan instansi terkait.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga dan pengguna jalan diimbau tetap waspada mengingat potensi longsor susulan masih terbuka selama curah hujan tinggi.(BS/za)









