Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya mulai mematangkan rencana pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) yang menyasar generasi muda atau Gen Z. Tahap awal difokuskan pada penyiapan lahan dan desain proyek.
Rusunami ini direncanakan dibangun di dua kawasan, yakni Rungkut di Surabaya Timur dan Tambak Wedi di Surabaya Utara. Proyek ini diharapkan menjadi solusi hunian bagi warga yang belum memiliki rumah, khususnya kalangan muda.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian, mengatakan skema yang disiapkan bersifat berjenjang, mulai dari sewa hingga kepemilikan.
“Saat ini yang sudah ada rusunawa subsidi dengan sewa maksimal Rp 150 ribu per bulan untuk MBR,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ke depan, Pemkot akan mengembangkan rusunawa nonsubsidi hingga rusunami sebagai hunian kepemilikan. Skema ini diharapkan memberi jalur bertahap bagi warga untuk memiliki tempat tinggal.
Saat ini, Pemkot masih mematangkan sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan lahan, desain bangunan, hingga skema pendanaan yang melibatkan investor.
“Kami upayakan tahun ini lahan siap, desain clear, dan perhitungan investor sudah ada,” kata Iman.
Pemkot juga menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman terkait dukungan program rusun subsidi yang akan diintegrasikan dalam proyek ini.
Selain itu, pengembangan hunian vertikal di Surabaya juga didorong melalui konsep Transit Oriented Development (TOD), termasuk rencana pembangunan oleh PT KAI di sekitar Stasiun Gubeng.
Sebelumnya, Pemkot bersama DPRD telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Hunian Layak sebagai dasar hukum pengembangan rusunawa dan rusunami di Surabaya. (BS/za)











