Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat mulai pekan depan. Namun, kebijakan ini tidak sepenuhnya membuat ASN bekerja dari rumah, karena tetap diisi dengan kegiatan kerja bakti.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kerja bakti akan menjadi agenda rutin dua kali dalam sepekan, yakni Selasa dan Jumat.
“Setelah kerja bakti bisa pulang. Selasa dilakukan di lingkungan kantor masing-masing, sedangkan Jumat dilakukan bersama,” ujar Eri, Rabu (1/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja bakti pada Jumat akan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk unsur TNI dan kepolisian. Kegiatan difokuskan pada aksi bersih-bersih lingkungan secara serentak.
Eri menegaskan, penerapan WFH tidak akan mengurangi kinerja ASN. Evaluasi tetap dilakukan berbasis hasil kerja, bukan kehadiran.
“Saya lihat output dan outcome. Setiap ASN bertanggung jawab terhadap wilayahnya. Kalau ada warga miskin tidak terdata, akan ada sanksi,” tegasnya.
Kebijakan ini juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi penurunan kinerja akibat pola long weekend. Karena itu, indikator kinerja akan diperketat berbasis capaian di lapangan.
Sebelumnya, pemerintah pusat mendorong penerapan WFH satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari efisiensi energi dan percepatan transformasi digital.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan serupa juga akan diterapkan di sektor swasta secara fleksibel melalui aturan Kementerian Ketenagakerjaan.
Dengan skema ini, Surabaya mencoba menggabungkan fleksibilitas kerja dengan kegiatan sosial berbasis lingkungan, sekaligus memastikan kinerja ASN tetap terjaga.(cit)











