Banjir Kepung Pasuruan, 7 Kecamatan Terdampak, Ratusan Warga Mengungsi

- Publisher

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pemukiman di desa yang terendam banjir akibat hujan Selasa (24/3) di Pasuruan. (Foto: dok BPBD Pasuruan)

i

Salah satu pemukiman di desa yang terendam banjir akibat hujan Selasa (24/3) di Pasuruan. (Foto: dok BPBD Pasuruan)

Bicarasurabaya.com – Banjir meluas di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, setelah hujan deras lebih dari dua jam mengguyur wilayah tersebut, Selasa (24/3/2026) malam. Hingga Rabu (25/3) pagi, genangan belum surut dan merendam permukiman di tujuh kecamatan.

Luapan sejumlah daerah aliran sungai (DAS) membuat ribuan rumah warga terdampak. Di titik terparah, ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyebut kondisi masih dalam status waspada dengan potensi meluas jika hujan kembali turun.

“Beberapa titik masih tergenang cukup tinggi, terutama di Rejoso dan Beji,” ujarnya.

Dampak paling terasa terjadi di Kecamatan Rejoso. Di Desa Sadengrejo, ketinggian air mencapai 80 hingga 150 sentimeter, memaksa sekitar 50 kepala keluarga mengungsi ke balai desa. Di Desa Kawisrejo, genangan juga mencapai lebih dari 1 meter.

Di Kecamatan Beji, banjir merendam sejumlah dusun di Desa Kedungringin dengan ketinggian 80 hingga 120 sentimeter. Genangan turut menghambat akses jalan alternatif Beji–Bangil.

Baca Juga:  Antam Menguat, UBS dan Galeri24 Melemah, Ini Rinciannya

Sementara di Kecamatan Winongan, banjir masih menggenangi Desa Menyarik dan Penataan dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter.

Banjir juga meluas ke Kecamatan Bangil, Grati, Gondangwetan, dan Kraton. Di Gondangwetan, tercatat sedikitnya 195 warga harus mengungsi akibat genangan yang belum surut.

Selain merendam permukiman, banjir berpotensi mengganggu aktivitas warga, termasuk akses jalan dan kegiatan ekonomi di wilayah terdampak.

BPBD mengingatkan warga untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan hujan susulan yang dapat memperparah kondisi.

Baca Juga:  Surabaya Siapkan Strategi Atasi Banjir, Rumah Pompa Ditambah

Dengan genangan yang masih bertahan hingga pagi, penanganan darurat dan pemantauan intensif terus dilakukan guna mencegah dampak yang lebih luas.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB