Longsor Tutup Jalur Trenggalek–Ponorogo, Pembersihan Tuntas 2 Hari

- Publisher

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: suara Trenggalek/Istimewa

i

FOTO: suara Trenggalek/Istimewa

Bicarasurabaya.com – Proses pembersihan material longsor di Km 16 jalur nasional Trenggalek–Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, rampung dalam dua hari. Material berupa bongkahan batu besar sempat menutup total badan jalan.

Penanganan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali (BBPJN) Jatim-Bali sejak longsor terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim Satker Wilayah II BBPJN Jatim-Bali, Endhy Aktony, mengatakan evakuasi dilakukan hati-hati karena kondisi tebing masih rawan longsor susulan.

Ia menyebut target pembersihan dua hari tercapai, meski pekerjaan dilakukan bergantian demi faktor keselamatan.

Sebanyak empat alat berat diterjunkan, terdiri dari dua ekskavator, satu breaker (pemecah batu), dan satu loader. Batu berukuran besar yang menutup jalan dipecah lebih dulu sebelum diangkut.

Rekomendasi penggunaan breaker datang dari tim SAR di lapangan agar proses lebih aman dan efektif.

Dari hasil pemantauan awal, kerusakan infrastruktur dinilai tidak terlalu parah. Tembok penahan atau talud yang terdampak dilaporkan pecah akibat tertimpa batu, bukan karena pergerakan tanah.

Baca Juga:  Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Siap Cetak Calon Pemimpin

Evaluasi teknis lanjutan akan dilakukan untuk menentukan langkah perbaikan permanen, termasuk penanganan talud yang ambrol.

BBPJN memastikan perbaikan aspal yang terdampak longsor ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2026, sehingga arus lalu lintas di jalur nasional Trenggalek–Ponorogo kembali normal.

Sebagai langkah sementara di titik rawan, petugas akan memasang pelindung seperti geolandscape dan terpal untuk mencegah rembesan air hujan sembari menunggu konstruksi permanen.

Longsor dari tebing setinggi sekitar 50 meter itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kejadian ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko pergerakan tanah di jalur penghubung Trenggalek–Ponorogo saat curah hujan meningkat.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB