Bicarasurabaya.com – Persebaya Surabaya akhirnya menghentikan tren negatif di Super League 2025/2026. Bajul Ijo menang tipis 1-0 atas PSM Makassar pada pekan ke-23 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam WIB.
Kemenangan ini memutus dua kekalahan beruntun Persebaya sekaligus menjaga posisi mereka di papan atas. Tim asuhan Paul Munster kini mengoleksi 38 poin dan bertahan di peringkat kelima. Sementara PSM tertahan di posisi ke-13 dengan 23 poin.
Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. Pola umpan pendek dan tekanan tinggi membuat PSM kesulitan keluar dari area sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peluang emas sudah hadir pada menit ke-12. Bruno Moreira lolos dari kawalan dan mengirim umpan matang ke Francisco Rivera, namun kiper Reza Arya sigap mengamankan gawang PSM.
Tekanan berlanjut lewat peluang Alfan Suaib dan Rivera pada menit ke-18 dan ke-19. Namun kebuntuan baru pecah pada menit ke-27.
Gali Freitas menusuk dari sisi kanan dan melepaskan sepakan keras yang tak mampu dibendung Reza Arya. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat.
Unggul satu gol, Persebaya tak mengendurkan tekanan. Rivera kembali mendapat kans pada menit ke-39, tetapi tembakannya diblok lini belakang PSM.
PSM mencoba merespons lewat skema serangan balik, namun koordinasi akhir kerap bermasalah. Mereka kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang Ernando Ari.
Memasuki babak kedua, pola pertandingan tak banyak berubah. Persebaya tetap dominan, tetapi penyelesaian akhir kurang klinis. Bruno Moreira membuang peluang emas di masa injury time babak pertama, sementara sepakan Riyan Ardiansyah pada menit ke-90+6 juga belum menemui sasaran.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan tuan rumah.
Pada laga selanjutnya, Persebaya akan menjamu Persib Bandung di Gelora Bung Tomo pekan depan. Di hari yang sama, PSM Makassar menjamu Persita di Stadion B.J. Habibie.
Bagi Persebaya, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tetapi momentum kebangkitan di tengah persaingan papan atas yang semakin ketat. (BS/za)











