Banjir Terjang 17 Desa di Jember, 3.944 KK Terdampak

- Publisher

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: dok bicarasurabaya)

i

Ilustrasi (Foto: dok bicarasurabaya)

Bicarasurabaya.com – Banjir melanda 17 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat dini hari. Sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak.

Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo mengatakan, hujan berintensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap. Sungai yang tercatat meningkat debitnya antara lain Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Rembangan, Bedadung, Karangbayat, dan Gondangdia.

“Sekitar pukul 19.00 WIB air mulai meluap ke permukiman warga dengan ketinggian 30 sentimeter hingga dua meter,” kata Edi, Jumat.

Air menggenangi rumah dan akses jalan, memicu kemacetan, serta merusak infrastruktur. Tiga jembatan dilaporkan terdampak, termasuk satu jembatan di Desa Suci, Kecamatan Panti, yang putus akibat banjir bandang.

Delapan kecamatan yang terdampak yakni Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung. Selain permukiman warga, satu pondok pesantren juga terdampak genangan.

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Rambipuji dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Sebanyak 299 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman.

Baca Juga:  Polda Jatim: Aksi Anarkis Rugikan Rp256 Miliar, Penyelidikan Masih Berlanjut

Para pengungsi tersebar di rumah warga dan fasilitas umum, di antaranya di rumah Ustaz Nurul (60 jiwa), rumah Umar di Garuda Kidul Pasar (75 jiwa), Masjid Nurul Iman Curah Ancar (150 jiwa), serta Balai Desa Rambipuji (14 jiwa).

BPBD Jember masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi, termasuk pembersihan sisa lumpur dan genangan, evakuasi warga, serta distribusi bantuan logistik untuk dapur mandiri di Rambipuji dan wilayah terdampak lainnya.

Baca Juga:  Empat Wisatawan Surabaya Terseret Ombak di Pantai Modangan, Satu Tewas dan Dua Hilang

“Hari ini penanganan masih terus dilakukan dan rekomendasi teknis kami teruskan ke perangkat daerah terkait,” ujar Edi.

Hingga kini, petugas masih memantau potensi kenaikan debit sungai apabila hujan kembali turun, mengingat sebagian wilayah Jember masih rawan genangan susulan. (BS/za)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB