Bicarasurabaya.com – Banjir melanda 17 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat dini hari. Sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) terdampak.
Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo mengatakan, hujan berintensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap. Sungai yang tercatat meningkat debitnya antara lain Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kaliklepuh, Kalijompo, Rembangan, Bedadung, Karangbayat, dan Gondangdia.
“Sekitar pukul 19.00 WIB air mulai meluap ke permukiman warga dengan ketinggian 30 sentimeter hingga dua meter,” kata Edi, Jumat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Air menggenangi rumah dan akses jalan, memicu kemacetan, serta merusak infrastruktur. Tiga jembatan dilaporkan terdampak, termasuk satu jembatan di Desa Suci, Kecamatan Panti, yang putus akibat banjir bandang.
Delapan kecamatan yang terdampak yakni Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Balung. Selain permukiman warga, satu pondok pesantren juga terdampak genangan.
Banjir terparah terjadi di Kecamatan Rambipuji dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Sebanyak 299 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman.
Para pengungsi tersebar di rumah warga dan fasilitas umum, di antaranya di rumah Ustaz Nurul (60 jiwa), rumah Umar di Garuda Kidul Pasar (75 jiwa), Masjid Nurul Iman Curah Ancar (150 jiwa), serta Balai Desa Rambipuji (14 jiwa).
BPBD Jember masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi, termasuk pembersihan sisa lumpur dan genangan, evakuasi warga, serta distribusi bantuan logistik untuk dapur mandiri di Rambipuji dan wilayah terdampak lainnya.
“Hari ini penanganan masih terus dilakukan dan rekomendasi teknis kami teruskan ke perangkat daerah terkait,” ujar Edi.
Hingga kini, petugas masih memantau potensi kenaikan debit sungai apabila hujan kembali turun, mengingat sebagian wilayah Jember masih rawan genangan susulan. (BS/za)









