Surabaya Genjot Sertifikasi Tukang untuk Dukung Proyek Infrastruktur

- Publisher

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka pendaftaran Pelatihan Tukang Bangunan Gedung Bersertifikat Jenjang 2 mulai 1 Februari 2026. Program ini digulirkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat daya saing tukang di sektor konstruksi.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Disperinaker Surabaya di disnaker.surabaya.go.id/three atau aplikasi ASSiK di disnaker.surabaya.go.id/assik. Informasi tambahan dapat diperoleh melalui hotline pelatihan di 0851-4117-1138.

Kepala Disperindagker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, program ini merupakan kelanjutan dari pemetaan tenaga tukang yang dilakukan sejak 2025. Dari hasil pendataan, tercatat 1.784 tukang lokal siap ditingkatkan kapasitasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rinciannya, sebanyak 1.042 orang dipetakan Disperinaker dan 742 orang oleh DPRKPP Surabaya. Dari kelompok Disperinaker, terdiri atas 118 kepala tukang, 146 mandor, 331 pembantu tukang, dan 447 tukang sesuai bidang masing-masing.

Baca Juga:  HUT Kejaksaan ke-81, Khofifah Soroti 257 Perkara RJ di Jatim

Hebi menjelaskan, tujuan utama program ini adalah memperluas serapan tenaga kerja lokal, baik di proyek Pemkot Surabaya maupun sektor swasta. “Pemetaan menjadi dasar agar peningkatan kompetensi tepat sasaran dan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Pelatihan dibagi menjadi dua jenjang. Jenjang 1 diperuntukkan bagi pembantu tukang dan tukang pelaksana. Sementara Jenjang 2 ditujukan bagi tenaga berpengalaman dengan peran pengawasan, seperti mandor dan kepala tukang.

Untuk Jenjang 2, peserta wajib melampirkan surat keterangan pengalaman kerja dari tempat kerja sebelumnya. Dokumen tersebut tidak memiliki format baku, namun harus memuat riwayat pekerjaan sesuai bidang. Persyaratan pengalaman disesuaikan dengan latar pendidikan, mulai lulusan SD hingga SMA, serta dapat dilengkapi portofolio.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Kini Rp2,655 Juta

Sementara peserta Jenjang 1 memiliki persyaratan lebih sederhana dan tidak diwajibkan menyertakan portofolio. Bagi tukang harian atau pekerja lepas yang kesulitan memperoleh surat keterangan, Disperinaker menyediakan alternatif sertifikasi kompetensi dasar.

Dari sisi durasi, pelatihan Jenjang 2 berlangsung selama tiga hari, terdiri atas dua hari pembekalan materi dan satu hari uji sertifikasi.

Pada tahap awal, pendaftaran difokuskan pada dua kategori sertifikasi, yakni tukang bangunan gedung dan pemasangan bata. Ke depan, jenis sertifikasi akan diperluas sesuai kebutuhan lapangan, seperti pemasangan galvalum, instalasi listrik, hingga pasangan batu kali.

“Sertifikasi dasar hanya satu hari tanpa pelatihan panjang, tapi menjadi fondasi peningkatan kualitas tukang,” kata Hebi.

Baca Juga:  Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Dibentuk, Warga Surabaya Diminta Berani Melapor

Disperinaker juga menggandeng BAZNAS melalui skema CSR untuk mempercepat pelaksanaan sertifikasi. Kolaborasi ini memungkinkan jadwal pelatihan lebih fleksibel dan menjangkau peserta lebih luas.

Menurut Hebi, sertifikasi menjadi kunci agar tenaga tukang lokal memiliki posisi tawar lebih kuat di pasar kerja. Dengan bekal kompetensi dan sertifikat resmi, peserta diharapkan lebih mudah terserap dalam proyek pembangunan Pemkot Surabaya maupun sektor swasta.

Pemkot Surabaya menargetkan sektor konstruksi sebagai prioritas seiring masifnya pembangunan infrastruktur kota. Melalui program ini, tenaga kerja lokal diharapkan menjadi aktor utama dalam proyek-proyek pembangunan.

“Target kami jelas, tukang Surabaya semakin kompeten, berdaya saing, dan menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja lokal,” pungkasnya. (BS/za) 

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB