Pemkot Surabaya Tegaskan Isu Kebocoran Data Hoaks

- Publisher

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto (Ist/BS)

i

dok. Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto (Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa kabar dugaan kebocoran data pada situs resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya yang ramai beredar di media sosial adalah hoaks atau tidak benar.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan data yang muncul di laman website tersebut bukan merupakan kebocoran data kependudukan. Data tersebut adalah bagian dari upaya resmi Pemkot Surabaya dalam menertibkan administrasi kependudukan warga.

Menurut Eddy, data yang dipublikasikan merupakan data tahun 2024 terkait warga yang tidak ditemukan keberadaannya saat petugas kelurahan melakukan metode jemput bola. Hingga Juni 2024, domisili warga tersebut masih belum diketahui.

“Langkah mengumumkan di website ini diambil agar warga yang bersangkutan melihat dan segera datang ke kantor kelurahan untuk melakukan konfirmasi keberadaan mereka,” ujar Eddy, Jumat (16/1/2026).

Ia menambahkan, proses verifikasi data domisili ini sangat penting agar berbagai program intervensi Pemkot Surabaya dapat tersalurkan secara tepat sasaran, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

Akurasi data kependudukan juga berperan dalam memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya dimanfaatkan secara efektif oleh warga yang benar-benar tinggal di Kota Pahlawan.

Baca Juga:  Aset Brandgang di Jalan Basuki Rahmat Akhirnya Kembali ke Pemkot Surabaya

Eddy menegaskan data yang dipublikasikan telah melalui proses penyamaran pada elemen sensitif untuk menjaga keamanan informasi pribadi warga.

“Data tersebut sengaja kami publish dengan elemen yang disamarkan, baik Nomor NIK maupun Nama. Hanya orang yang bersangkutan yang akan mengenali data tersebut. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan (update) alamat tinggal sesuai kondisi de facto di lapangan,” jelas Eddy.

Pemkot Surabaya memastikan keamanan data Administrasi Kependudukan (Adminduk) seluruh warga tetap terjaga. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat atau spekulatif di media sosial.

Baca Juga:  Gebrakan Cak Eri, Tampung Kritik dan Saran Warga via Aplikasi “WargaKu”

Selain itu, Eddy mengingatkan warga Surabaya yang telah berpindah tempat tinggal namun belum melakukan pembaruan alamat untuk segera melapor ke kantor kelurahan setempat.

“Yang sudah pindah tempat tinggal tapi belum lapor, ayo segera lapor. Petugas akan membantu proses pengajuan pembaruan alamat agar sesuai dengan domisili atau alamat saat ini,” pungkasnya. (Bs/Yan)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB