Hujan Lebat Picu Banjir Banyuwangi,1.512 KK Terdampak

- Publisher

Selasa, 16 Desember 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD evakuasi warga dengan perahu karet akibat banjir yang disebabkan hujan deras sejak Senin (15/12) siang hingga malam di Banyuwangi. (Foto: Dok BPBD Banyuwangi/bs)

i

BPBD evakuasi warga dengan perahu karet akibat banjir yang disebabkan hujan deras sejak Senin (15/12) siang hingga malam di Banyuwangi. (Foto: Dok BPBD Banyuwangi/bs)

Bicarasurabaya.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Banyuwangi, Jawa Timur, sejak Senin (15/12) siang hingga malam memicu banjir di tiga kecamatan. Sebanyak 1.512 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat luapan sungai di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, banjir melanda Kecamatan Sempu, Srono, dan Muncar. Air sungai meluap ke permukiman warga setelah hujan deras turun dalam durasi cukup lama.

“Laporan sementara menunjukkan tiga kecamatan terdampak banjir luapan sungai,” kata Danang dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).

Di Kecamatan Sempu, banjir merendam tiga dusun, yakni Dusun Karangrejo, Karanganyar, dan Mangki, dengan total 22 KK terdampak. Sementara di Kecamatan Srono, tercatat satu KK terdampak banjir.

Meski genangan di permukiman warga mulai surut, BPBD mencatat debit air sungai masih relatif tinggi. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi luapan susulan.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Muncar. Empat desa terdampak, yakni Desa Tembokrejo, Kedungringin, Wringinputih, dan Tapanrejo. Di Desa Kedungringin, banjir berdampak pada sekitar 610 KK. Sementara di Desa Wringinputih, banjir merendam dua dusun dengan total sekitar 800 KK terdampak.

Baca Juga:  Semeru Level Awas, Awan Panas Capai Gladak Perak dan Warga Mengungsi

Adapun di Desa Tembokrejo dan Desa Tapanrejo, masing-masing tercatat 44 KK dan 35 KK terdampak banjir.

BPBD Banyuwangi terus melakukan pendataan warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan darurat. Fokus penyaluran bantuan diprioritaskan ke wilayah dengan dampak terparah.

“Kami sudah menyalurkan bantuan nasi bungkus ke titik-titik yang paling terdampak,” ujar Danang.

BPBD mengimbau masyarakat di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dan debit air sungai belum sepenuhnya normal. (BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB