Pelajar Surabaya Tanam 18.200 Mangrove Demi Lindungi Pesisir dari Abrasi dan Banjir

- Publisher

Minggu, 7 Desember 2025 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar Surabaya saat menanam mangrove/dok.bicarasurabaya.com

i

Pelajar Surabaya saat menanam mangrove/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Di tengah maraknya penebangan hutan dan hilangnya kawasan mangrove di berbagai wilayah Indonesia, muncul kisah berbeda dari seorang pelajar SMP di Surabaya. Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, Finalis Pangeran Lingkungan Hidup Tunas Hijau Tahun 2025, memilih menanam ribuan mangrove sebagai bentuk perlindungan pesisir dan masa depan bumi.

Pada usia 13 tahun, Harley telah membudidayakan lebih dari 18.200 mangrove dan menjadi inisiator gerakan konservasi bernama Mangrove Warrior. Gerakan ini melibatkan dua komunitas utama, yaitu komunitas lokal dengan petani tambak Wonorejo dan komunitas sekolah di SMP Negeri 1 Surabaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengapresiasi langkah konkret Harley Fatahillah, bersama SMPN 1 Surabaya dan seluruh pihak dalam gerakan peduli pesisir melalui budidaya mangrove tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adek Harley dan SMPN 1 ini luar biasa bisa membudidayakan mangrove. Di saat isu lingkungan terkait perubahan iklim ini ramai dibicarakan, tapi hanya kerusakan alam dan bencananya saja yang terekspos. Mereka tidak pernah melihat masih ada warga yang peduli lingkungan dan aktif melakukan mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim,” kata Dedik Irianto, Minggu (7/12/2025).

Dedik menuturkan, keberhasilan Harley menunjukkan bahwa inisiatif dari anak muda dapat memberikan dampak yang signifikan. Menurutnya, jika seorang pelajar saja mampu menanam lebih dari 18 ribu mangrove dan membentuk gerakan peduli pesisir, maka potensi efek positif akan jauh lebih besar jika gerakan serupa diikuti oleh teman-temannya.

Baca Juga:  Tiga Pelajar Surabaya Sabet Trophy Kejuaraan Karate Piala Gubernur Jatim

“Bayangkan jika efek gerakan ini dicontoh dan ditiru teman-temannya. Bukan hanya semangatnya, tetapi juga inisiasi-inisiasi yang digagasnya merupakan implementasi pemikiran untuk melindungi bumi ini,” tutur Dedik.

Selain itu, Dedik menilai, semangat dan berbagai inisiatif yang muncul dari gerakan Mangrove Warrior tersebut merupakan contoh konkret sebagai upaya melindungi bumi dari kerusakan lingkungan. “Tentunya hal tersebut berkat dukungan orang tua dan guru sebagai pendidik di sekolah. Tetap semangat buat adek Harley untuk menjaga bumi menjadi lestari,” katanya.

Sementara itu, Harley Fatahillah mengaku menyaksikan banyak berita mengenai penebangan liar dan kerusakan pesisir di Indonesia. Dari situlah ia memahami bahwa mangrove merupakan benteng alam yang sangat penting. Mangrove mampu meredam gelombang besar, menahan abrasi, mengurangi risiko banjir, dan menjadi pelindung alami jika terjadi tsunami.

“Saya ingin Surabaya tetap aman. Mangrove bisa melindungi kita. Selama saya bisa menanam, saya akan terus menanam,” ujar Harley.

Baca Juga:  Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Pusat Perpustakaan Bakau Dunia

Karena itu, Harley menginisiasi SMPN 1 Surabaya sebagai sekolah pertama yang mengembangkan program pembudidayaan mangrove di Indonesia. Di sekolah, siswa belajar mengenali jenis mangrove, melakukan pembibitan, dan menjalankan praktik konservasi langsung dengan melakukan penanaman di pesisir.

Program ini menarik perhatian internasional. Siswa dari Korea Selatan datang dan belajar di SMPN 1 Surabaya, berdiskusi mengenai pengelolaan ekosistem mangrove di Kota Surabaya.

Gerakan Mangrove Warrior semakin kuat melalui kerja sama dengan Wahana Visi Indonesia, organisasi nasional yang fokus pada konservasi mangrove dan perlindungan anak. “Kolaborasi ini telah merambah penanaman di tiga lokasi, yaitu Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih,” tutur Harley.

Gerakan ini telah mengembangkan enam jenis mangrove, yakni Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera cylindrica, dan Ceriop.

Enam jenis ini dipilih berdasarkan kesesuaian struktur tanah dan tingkat salinitas di kawasan pesisir Surabaya. Selain itu, gerakan ini memiliki empat kampung mitra yang berperan sebagai lokasi pembelajaran, pembibitan, dan laboratorium ekologi komunitas.

Selain kegiatan pembibitan dan penanaman, Harley mengembangkan produk olahan mangrove menjadi enam jenis produk sebagai model ekonomi kreatif berbasis konservasi, bekerja sama dengan Lulut Sri Yuliani, pegiat mangrove peraih Kalpataru. “Produk tersebut mencakup sirup, kecap, sampo, kondisioner, vitamin rambut, serta pewarna batik,” ungkap Harley.

Baca Juga:  BRIDA Surabaya Kembangkan Konsep Tambak Modern Ramah Lingkungan

Inovasi ini memperkenalkan gagasan bahwa mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ekologis pesisir, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi kreatif yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Dengan dukungan komunitas lokal, sekolah, dan Wahana Visi Indonesia, Harley menargetkan penanaman 25.000 mangrove hingga akhir Desember 2025 dan 40.000 mangrove hingga pertengahan 2026. “Target ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga pesisir Surabaya agar tetap kuat menghadapi banjir, abrasi, dan ancaman tsunami,” katanya.

Perjalanan Harley menunjukkan bahwa upaya melindungi lingkungan tidak mengenal usia. Dari tangan seorang bocah SMP, tumbuh ribuan bibit yang kelak menjadi sabuk hijau pelindung pesisir. Dokumentasi perjalanan konservasi Harley dapat diakses melalui laman www.harleypangeranlingkunganhidup.com, dimana ia juga mempromosikan berbagai produk ramah lingkungan karya siswa-siswi SMPN 1 Surabaya.

Harley ingin terus mengabdikan hidupnya di program Pangeran Putri Lingkungan Hidup Tunas Hijau yang diprakarsai Zamroni, serta menanam hingga ratusan ribu mangrove demi menjaga bumi tetap lestari dan menghijaukan generasi mendatang. (RAF)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB