Surabaya Perluas Layanan Tes HIV, Kasus Baru Turun 10 Persen

- Publisher

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memperkuat strategi penanggulangan HIV/AIDS dengan memperluas layanan tes, mengoptimalkan peran Puskesmas, dan menggandeng komunitas peduli AIDS. Upaya ini dilakukan untuk menekan penularan sekaligus mempermudah akses pengobatan bagi warga berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan saat ini terdapat 126 titik layanan tes HIV yang tersebar di 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan satu klinik utama. Pemeriksaan ditujukan bagi kelompok berisiko tinggi—mulai dari pekerja seks, pengguna narkoba suntik, LSL, hingga waria—serta kelompok wajib tes seperti ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular.

Selain memperluas layanan, Dinkes juga memperkuat kolaborasi dengan komunitas seperti Aliansi Surabaya Peduli AIDS (ASPA) dan kelompok pendamping sebaya untuk memperluas edukasi dan penjangkauan. “Kami bekerja erat dengan kelompok peduli HIV untuk edukasi dan pencegahan langsung di masyarakat,” ujar Nanik dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (2/12/2025).

Nanik menjelaskan bahwa Puskesmas kini menjadi pusat layanan utama bagi Orang dengan HIV (ODHIV). Mulai dari deteksi dini, pengobatan, hingga distribusi obat Antiretroviral (ARV) dilakukan secara rutin.

Layanan ini juga telah terintegrasi dengan pemeriksaan lainnya, seperti PKG, pemeriksaan TBC, serta skrining untuk calon pengantin dan ibu hamil.

Edukasi turut menyasar kelompok remaja, calon pengantin, dan bumil. Kader kesehatan serta Karang Taruna diberi pelatihan terkait bahaya HIV dan narkoba agar dapat terlibat aktif dalam pencegahan di lingkungan masing-masing. Penyuluhan rutin juga dilakukan di sekolah-sekolah SMP dan SMA.

Baca Juga:  ART Disebut Tak Bisa Pulang karena Denda Rp3,5 Juta, Eri Turun Tangan

Upaya penanggulangan HIV di Surabaya disebut Nanik berlangsung melalui kerja sama banyak pihak, termasuk lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas. Kolaborasi ini penting untuk pendampingan ODHIV, edukasi publik, sekaligus menjangkau kelompok berisiko yang sulit terdeteksi.

Namun, tantangan masih besar. Stigma dan diskriminasi membuat sebagian kelompok enggan memeriksakan diri. Mobilitas penduduk yang tinggi juga membuat banyak kasus terdeteksi di Surabaya, meski penderitanya bukan warga kota setempat. “Surabaya menjadi pusat rujukan di Indonesia Timur, sehingga banyak kasus tercatat di sini,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Pilih Optimalisasi Pompa Daripada Bangun Tanggul Laut

Beberapa ODHIV juga mengalami putus obat karena efek samping atau kurangnya dukungan keluarga, sehingga memengaruhi keberhasilan pengobatan.

Sepanjang Januari–Oktober 2025, sekitar 52,48% kasus baru berasal dari warga luar Surabaya. Meski begitu, jumlah kasus HIV di kota ini tercatat turun 10,03% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Penurunan ini adalah hasil kerja keras banyak pihak. Kami terus berupaya menghilangkan stigma dan memastikan semua orang—warga maupun pendatang—mendapat layanan kesehatan terbaik,” kata Nanik.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB