Jurus Surabaya Perkuat Sekolah dari Bullying hingga Cyberbullying

- Publisher

Sabtu, 15 November 2025 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Dok Humas Pemkot/BS)

i

(Foto: Dok Humas Pemkot/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemkot Surabaya menyiapkan strategi baru untuk memberantas bullying di sekolah dengan membentuk ratusan pelajar sebagai fasilitator dan agen perubahan. Langkah ini diambil untuk memastikan sekolah benar-benar menjadi ruang aman bagi anak, bukan sekadar tempat belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan program tersebut akan mulai berjalan setelah Ujian Tengah Semester. Pemkot berencana mengumpulkan perwakilan siswa dari OSIS, Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes), hingga tim pemantau sekolah.

Mereka tidak hanya dikumpulkan, tetapi akan dibekali secara intensif agar mampu menjadi fasilitator anti-bullying di lingkungan sekolah masing-masing. “Materinya meliputi perilaku digital yang sehat, toleransi, gotong royong, sampai pemahaman tentang 10 prinsip hak anak,” ujar Yusuf dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (15/11/2025).

Yusuf menegaskan bahwa pemberantasan bullying tidak bisa hanya dibebankan kepada guru BK. Seluruh guru diminta lebih peka terhadap perubahan psikologis siswa. Diam atau mendadak tertutup, kata dia, bisa menjadi sinyal tekanan hingga potensi perundungan.

“Guru tidak hanya mengajar. Mereka harus proaktif mendekati anak yang menunjukkan perubahan perilaku,” ujarnya.

Di tingkat sekolah, pencegahan juga melibatkan Tim Penanganan dan Pencegahan Kekerasan (TPPK). Tim ini didorong menciptakan ruang komunikasi yang lebih cair antar-siswa, termasuk melalui sesi curhat antarteman sebaya yang dinilai lebih cepat mengungkap masalah.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp992 Miliar, 2.327 Register Dikebut

Pemkot juga memberi perhatian pada ancaman cyberbullying. Dispendik bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memberikan pendampingan literasi digital. Pendekatan ini dipilih karena pelarangan total penggunaan internet dinilai tidak realistis.

“Pendampingan jauh lebih efektif agar anak-anak tahu kapan waktu yang tepat dan konten apa yang aman,” jelas Yusuf.

Jika kasus sudah terjadi, penanganan korban akan disinergikan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang memiliki konselor ahli. Kolaborasi juga diperluas ke instansi lain, seperti BNN dan Densus, untuk memastikan perlindungan anak dilakukan secara menyeluruh.(BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB