Wamen Dikdasmen Tegaskan Tes Kemampuan Akademik Tidak Menentukan Kelulusan Siswa

- Publisher

Kamis, 6 November 2025 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Dikdasmen Atip Latipulhayat tegaskan TKA tidak menentukan kelulusan. (foto: Istimewa/BS)

i

Wamen Dikdasmen Atip Latipulhayat tegaskan TKA tidak menentukan kelulusan. (foto: Istimewa/BS)

Bicarasurabaya.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/SMK/sederajat tidak menentukan kelulusan siswa.

Menurutnya, TKA diselenggarakan sebagai alat ukur kemampuan akademik sekaligus sarana pemetaan hasil belajar yang bermanfaat bagi sekolah dan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“TKA bukan penentu kelulusan. Tes ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan individu yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, termasuk sebagai pertimbangan masuk perguruan tinggi,” ujar Atip dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).

Atip menjelaskan, kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan. Hasil TKA hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi pembelajaran guna melihat efektivitas proses pendidikan di tingkat sekolah menengah.

Ia menambahkan, pelaksanaan TKA sejauh ini berjalan lancar dan kondusif di berbagai daerah, termasuk di Jakarta. Antusiasme siswa, kesiapan sekolah, dan dukungan pemerintah menjadi faktor utama kelancaran kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, TKA berjalan lancar hampir di seluruh Indonesia, dari ujung barat sampai timur. Pelaksanaannya berlangsung dengan semangat jujur, optimis, dan gembira,” tuturnya.

Baca Juga:  CC 112 Surabaya Tangani 2.375 Kejadian Darurat Selama Agustus 2026

Atip berharap nilai kejujuran dan semangat belajar yang muncul selama pelaksanaan TKA dapat terus dijaga sebagai budaya positif dalam dunia pendidikan.

“Yang paling penting bukan hasilnya, tetapi proses belajar dan nilai kejujuran yang menyertai,” pungkasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG
Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi
Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun
Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap
BGN Larang Susu Kental Manis Masuk Menu MBG
Abu Anak Krakatau Ganggu 2.300 Penerbangan, 7 Bandara Masih Ditutup
Kemensos Tahan Bansos 1.400 KPM Terindikasi Terlibat Judi Online

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:45 WIB

BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun

Selasa, 29 September 2026 - 07:19 WIB

Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB