Dosen Muda Administrasi Publik Gaungkan Bela Negara Digital: Lawan Hoaks hingga Etika Siber

- Publisher

Rabu, 5 November 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai acara/dok.bicarasurabaya.com

i

Foto bersama usai acara/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com — Di tengah derasnya arus disinformasi dan kejahatan siber, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menggaungkan semangat bela negara digital. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Literasi Digital sebagai Fondasi Keamanan dan Etika Sosial di Era Ekonomi Digital”, kampus bela negara ini menyerukan pentingnya literasi digital sebagai tameng utama menghadapi ancaman dunia maya.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (4/11/2025) ini menghadirkan Singgih Manggalou, S.IP., M.IP., dosen FISIP UPNVJT, sebagai narasumber utama, dan Bagus Nuari Harmawan sebagai dosen pendamping. Keduanya mengulas bagaimana literasi digital tak sekadar soal mengoperasikan perangkat, melainkan kemampuan berpikir kritis, memahami konteks informasi, dan menjaga etika sosial di ruang digital.

“Kebebasan digital tidak berarti bebas tanpa batas. Justru di situlah pentingnya etika dan tanggung jawab sosial agar kebebasan tidak berubah menjadi ancaman,” ujar Singgih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti fakta bahwa ruang digital kini menjadi medan baru dalam dinamika sosial dan politik. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), lebih dari 1.900 konten hoaks beredar di media sosial sepanjang 2024–2025, terutama terkait isu bantuan sosial, politik, dan kesehatan. “Setiap kali memasuki tahun politik, ujaran kebencian meningkat tajam. Banyak orang gagal membedakan opini, fakta, dan manipulasi digital. Karena itu, literasi digital sudah menjadi kebutuhan nasional,” tegasnya.

Baca Juga:  Mendorong Kemandirian Ekonomi Akseptor KB, Pemkot Surabaya bersama UPN Jatim Gelar Pelatihan Pemilihan Produk

Singgih juga menyoroti ancaman serius dari kejahatan siber yang terus meningkat. Kerugian finansial akibat serangan siber di Indonesia pada awal 2025 mencapai Rp476 miliar, sementara kebocoran data pribadi makin sering terjadi. Ia menegaskan pentingnya menerapkan prinsip “One Person One Data” untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap teknologi.

“Tanpa perlindungan data pribadi, kepercayaan terhadap teknologi akan runtuh. Padahal, kepercayaan adalah fondasi utama ekonomi digital,” ujarnya.

Dosen pendamping, Bagus Nuari Harmawan, menambahkan bahwa literasi digital harus dibangun tidak hanya dari sisi teknologi, tapi juga dari sisi sosial dan budaya. “Etika digital bukan sekadar tidak menyebarkan hoaks, tapi juga soal membangun komunikasi yang sehat, empatik, dan produktif di ruang maya,” jelasnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi Edukasi Pelajar SMA Tentang Konten dan Algoritma

Selain isu etika dan keamanan data, kegiatan ini juga membahas pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurut Singgih, teknologi AI membawa peluang besar dalam efisiensi dan inovasi, namun juga menghadirkan risiko baru jika tak diiringi kesadaran etis.

“AI bisa menjadi alat bantu dalam kebijakan publik atau bisnis, tapi tanpa kendali moral, ia bisa berubah menjadi mesin penyebar bias dan manipulasi,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, peserta juga diajak memahami peluang dan risiko di era ekonomi digital. Berdasarkan data BPS dan Kominfo, jumlah wirausaha muda digital pada 2025 mencapai 58,81 juta orang, naik signifikan dari tahun sebelumnya. Singgih menilai fenomena ini sebagai potensi besar yang perlu dibarengi dengan literasi digital dan kesadaran etika yang kuat.

Baca Juga:  Bantu Kembangkan Ekonomi Kreatif, Lurah Rungkut Tengah Beri Apresiasi Mahasiswa KKN UPN Jatim

“Anak muda adalah motor penggerak ekonomi digital. Tapi tanpa pemahaman etis, mereka bisa terseret praktik curang dan eksploitasi data pribadi. Karena itu, literasi digital adalah bagian dari karakter bela negara masa kini,” tegasnya.

Keduanya sepakat, memperkuat literasi digital harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor — antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil. Kampus, kata mereka, punya peran strategis sebagai katalis perubahan melalui riset, edukasi, dan pengabdian.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi UPN Veteran Jatim, yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan karakter masyarakat digital yang beretika, tangguh, dan berdaulat.

“Kami ingin masyarakat bukan sekadar pengguna teknologi, tapi pelaku yang sadar, berdaulat, dan beretika di dunia digital,” pungkas Singgih. (Penulis: Bagus Nuari Harmawan)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB