Prodi Ilkom Gelar Commposition, Jadi Panggung Puteri Indonesia Ajak Generasi Muda Bangun Personal Branding

- Publisher

Rabu, 5 November 2025 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yasinta saat menyampaikan materinya di seminar tersebut/dok.bicarasurabaya.com

i

Yasinta saat menyampaikan materinya di seminar tersebut/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Di tengah derasnya arus digital dan kompetisi global yang makin ketat, Puteri Indonesia Lingkungan 2023 Yasinta Aurellia menegaskan pentingnya strategi personal branding bagi generasi muda. Makanya, ia mengajak para generasi muda untuk membangun personal branding sejak dini.

“Personal branding itulah yang menjadi identitas dan reputasi yang membedakan seseorang dari jutaan lainnya. Kalau boleh mengutip dari Jeff Bezos, personal branding adalah bagaimana orang melihat, mengingat, dan membicarakan kita bahkan ketika kita tidak ada di ruangan itu,” kata Yasinta dalam Seminar Nasional Commposition 2025 bertema “Anak Muda, Gerakan Digital dan Jejak Perubahan” yang digelar oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, di era digital, visibilitas adalah bentuk baru dari kredibilitas. Bagi dia, dikenal itu mudah, tapi dipercaya adalah seni yang sesungguhnya. “Karena itu, personal branding bukan sekadar pencitraan, tapi tentang keaslian dan konsistensi,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan itu, ia juga menunjukkan data sangat mencengangkan. Per Februari 2025, terdapat lebih dari satu juta lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan. Kondisi ini, menuntut anak muda untuk tampil berbeda dengan menunjukkan nilai dan potensi diri melalui personal branding yang kuat.

Baca Juga:  Pelatihan Fotografi Produk Tingkatkan Kemampuan Promosi Digital UMKM Bandeng Kalanganyar

“Personal branding membuka peluang baru, membangun kepercayaan, dan menjadi investasi jangka panjang. Ini bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang menjadi autentik,” katanya di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir langsung di gedung twin tower lantai 11 dan ratusan peserta yang hadir secara online.

Yasinta juga membagikan empat langkah membangun personal brand, yakni discover, decide, display, dan deliver. Ia menekankan agar setiap individu menemukan nilai diri, menentukan hal yang ingin dikenal, menampilkan diri secara konsisten, dan terus menjaga reputasi positif di dunia maya. “Segala yang kita unggah membentuk citra kita. Gunakan media sosial sebagai portofolio diri, bukan sekadar tempat bersenang-senang. Ingat, internet tidak pernah lupa. Jadi, ayo membangun branding diri mulai sekarang,” pesannya.

Sementara itu, Dr. Romdhi Fatkhur Rozi dalam materinya “Anak Muda, Kreativitas, dan Metric Crisis: Membaca Ulang Dialektika Ruang Digital di Era Attention Economy” menyoroti fenomena metric crisis yang membuat generasi muda terjebak dalam budaya angka dan validasi sosial. “Kita hidup di tengah metric society, semua hal diukur dengan likes, views, engagement rate, dan traffic. Namun di balik itu, ada tekanan psikologis, bias kognitif, hingga homogenisasi kultural,” ujar Romdhi.

Baca Juga:  Tingkatkan Kepercayaan Diri Siswa, Prodi Ilmu Komunikasi Gelar Pelatihan Public Speaking di Sedati

Dosen di Program Studi Televisi dan Film Universitas Jember ini menilai, sistem rating dan algoritma telah menciptakan semacam “ekonomi perhatian” yang membuat kreativitas kehilangan esensinya. “Kita perlu beralih dari attention economy menuju conscious economy, yakni ekosistem digital yang berbasis nilai, kesadaran, dan keberlanjutan,” jelasnya.

Romdhi menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi subjek yang sadar dan kritis, bukan sekadar objek dalam sistem digital. “Anak muda perlu membangun kedaulatan data dan memproduksi konten yang bernilai, branding dirinya harus kuat, bukan sekadar mengejar validasi sosial. Karena di balik angka, ada nilai yang lebih esensial,” katanya.

Narasumber lainnya, Dr. Poppy Febriana, M.Med.Kom. dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, melengkapi pembahasan itu dengan perspektif kritis dalam presentasinya “Beauty by Algorithm: Siapa yang Mendefinisikan Wajah Ideal Hari Ini?.” Ia menjelaskan bagaimana media sosial kini berfungsi sebagai mesin estetika yang menormalkan standar kecantikan baru. “Platform digital bukan sekadar ruang berbagi, tetapi laboratorium algoritmik yang memproduksi dan memonetisasi wajah ideal,” jelasnya.

Baca Juga:  Pakar Tiga Negara Kupas Masa Depan Jurnalistik di Tengah Gempuran AI

Di sisi yang lain, Dr. Ahmad Zamzamy, S.Sos., M.Med.Kom. juga menyampaikan perpektifnya tentang politik anak muda di era digital ini. Menurutnya, keterlibatan digital melalui media sosial, meme politik, atau kampanye daring tidak selalu berbanding lurus dengan partisipasi politik anak muda saat ini. “Fenomena ini menunjukkan adanya fase “liminalitas”, yakni masa transisi di mana anak muda aktif berekspresi tetapi belum sepenuhnya menjadi aktor politik yang mapan,” tegasnya.

Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi UPNVJT, Syafrida Nurrachmi Febriyanti, bersyukur karena seminar tahunan ini berlangsung sangat menarik pada hari ini. Apalagi, berbagai tema yang diangkat oleh para narasumber saling melengkapi satu dengan yang lainnya, sehingga pemahaman tentang Anak Muda, Gerakan Digital dan Jejak Perubahan bisa dipahami secara komprehenship.

“Kami berharap seminar ini menjadi landasan bagi teman-teman mahasiswa untuk bisa mempersiapkan diri menuju masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya. (RF)

Berita Terkait

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang
UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber
Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob
Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri
Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta
Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Ini Cara Melindunginya
Patahan Surabaya Viral, Pakar Geologi ITS: Belum Terverifikasi Aktif
Mahasiswa UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Wonorejo Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:21 WIB

Pancaroba, Pakar ITS Ingatkan Pohon Kota Rawan Tumbang Saat Angin Kencang

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

UPN Veteran Jatim Bekali Siswa SDN Medokan Ayu Literasi Digital dan Keamanan Siber

Jumat, 25 September 2026 - 12:28 WIB

Air Laut Pasang di Atas 2,4 Meter, Warga Surabaya Diminta Waspadai Rob

Kamis, 24 September 2026 - 07:03 WIB

Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Mandiri

Minggu, 20 September 2026 - 12:45 WIB

Digelar di UPN Veteran Jatim, Pelatihan Khatib dan Imam Profesional Diserbu Peserta

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB