Pemkot Kebut Proyek Drainase Jelang Musim Hujan, Wali Kota Eri: Pengerjaan Capai 70 Persen

- Publisher

Selasa, 4 November 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pembangunan box culvert babat jerawat (Foto: Humas Pemkot-Ist/BS)

i

Proses pembangunan box culvert babat jerawat (Foto: Humas Pemkot-Ist/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pengerjaan proyek-proyek drainase di berbagai titik untuk mengantisipasi genangan pada puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi Januari hingga Februari 2026.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, percepatan ini menjadi prioritas agar seluruh pekerjaan rampung sebelum akhir tahun. Sebagian besar proyek ditargetkan selesai pada akhir November 2025.

“Insyaallah akhir November selesai semua. Tapi karena hujan sudah turun di Oktober, strategi kami adalah menurunkan mobil-mobil PMK untuk membantu mengalirkan air agar tidak terjadi genangan,” kata Eri, Selasa (4/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sebanyak 28 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) disiagakan di berbagai titik setiap kali hujan turun. Mobil-mobil tersebut berfungsi membantu mempercepat aliran air ke saluran utama.

Baca Juga:  Sungai Nyiburan Meluap Genangi Permukiman dan Jalur Utama Sampang–Bangkalan

Eri menyebutkan, sejumlah kawasan yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir kini mulai terbebas berkat perbaikan sistem drainase.

“Contohnya di Pakal, setelah 30 tahun banjir, sekarang sudah tuntas. Dukuh Kupang juga yang lima puluh tahun langganan banjir, kini sudah tidak lagi,” ujarnya.

Selain itu, kawasan Sukomanunggal akan menjadi fokus pembangunan drainase tahun depan. Eri meminta dukungan masyarakat agar proyek tidak terkendala.

“Tahun depan warga Sukomanunggal harus mau dibuatkan saluran. Kalau ditolak, ya banjir terus. Camat dan lurah harus bisa meyakinkan warga bahwa saluran itu solusi, bukan masalah,” tegasnya.

Eri optimistis, dengan rampungnya proyek akhir tahun ini, beberapa titik rawan banjir akan tuntas.

Baca Juga:  GT Waru 6 Ditutup Sepekan, Arus Lalin Dialihkan

“Mohon doa warga Surabaya, insyaallah November selesai, dan tahun depan kami lanjut lagi ke kawasan lain,” ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi melaporkan, hingga awal November 2025, progres pengerjaan drainase sudah mencapai sekitar 70 persen. Sisanya ditargetkan rampung pada akhir November hingga Desember.

“Paket-paket pekerjaan drainase sebagian besar selesai akhir November. Sisanya, yang besar-besar seperti proyek Benowo, selesai Desember,” kata Syamsul.

Proyek di kawasan Benowo menjadi salah satu prioritas karena merupakan saluran utama di Surabaya Barat. Pengerjaan dilakukan dengan metode penutupan total saluran agar hasil lebih maksimal. Namun, cara ini menimbulkan konsekuensi teknis berupa aliran air yang harus dialihkan sementara menggunakan pompa portabel.

Baca Juga:  Satpol PP Surabaya Amankan Dua Kursi Berlogo Pemkot di Lapak Rongsokan

“Kalau saluran ditutup total, air hanya bisa dialihkan dengan pompa yang kapasitasnya kecil dibanding aliran alami. Karena itu, potensi genangan sementara bisa muncul di sekitar Pondok Benowo Indah,” jelasnya.

Syamsul juga mengingatkan, berdasarkan prediksi BMKG, intensitas hujan tahun ini akan mirip dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan puncak di awal 2026. Karena itu, DSDABM menyiagakan seluruh rumah pompa dan tim lapangan setiap kali ada peringatan dini cuaca ekstrem.

“Begitu ada informasi awan hujan mengarah ke Surabaya, tim langsung siaga. Kami pantau lewat HT dan pastikan saluran di rumah pompa dikosongkan,” ujarnya.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB