Bicarasurabaya.com – Langit Surabaya diperkirakan berawan sepanjang Sabtu, (1/11/2025). Meski tampak teduh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Jawa Timur, terutama pada sore hingga malam hari.
BMKG Juanda mencatat, suhu udara di Surabaya berkisar antara 24–31 derajat Celsius dengan kelembapan 65–98 persen. Sejak pagi, awan menutupi sebagian besar langit kota, memberikan suasana teduh khas awal musim hujan. Intensitas awan diperkirakan meningkat menjelang siang.
“Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan membawa perlengkapan seperti payung atau jas hujan,” kata forecaster BMKG Juanda dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain Surabaya, daerah lain di kawasan Gerbangkertosusila seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan juga berpotensi diguyur hujan lokal.
Sementara wilayah Malang Raya, Kediri, dan Blitar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi, disertai petir dan angin kencang sesaat.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas konvektif di wilayah selatan dan perairan utara Jawa Timur yang memicu pembentukan awan hujan.
Pengguna jalan diimbau berhati-hati terhadap jalan licin dan jarak pandang menurun yang dapat memicu kepadatan lalu lintas.
Secara umum, cuaca di Jawa Timur pada Sabtu ini didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Suhu udara di provinsi ini berkisar antara 17–32 derajat Celsius.
Berikut gambaran singkat prakiraan cuaca sejumlah kota dan kabupaten di Jatim:
- Hujan Ringan : Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Malang, dan Probolinggo.
- Hujan Sedang : Blitar, Madiun, Ngawi, dan Kota Blitar.
- Berawan : Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, dan Gresik:.
- Berkabut: Batu.
- Cerah: Wilayah tapal kuda seperti Jember dan Bondowoso.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala, terutama bagi yang memiliki aktivitas luar ruangan. “Perubahan cuaca cepat terjadi di masa peralihan seperti saat ini. Kewaspadaan perlu ditingkatkan,” kata BMKG.(BS/za)









