Semburan Air Bercampur Gas di Sungai Rungkut Mapan Sempat Berhenti Dua Kali

- Publisher

Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa-BPBD/BS)

i

(Foto: Istimewa-BPBD/BS)

Bicarasurabaya – Tim PGN bersama BPBD Surabaya belum berhasil menemukan asal semburan air bercampur gas di Sungai Kebon Agung, Rungkut Madya. Semburan hingga kini masih terus menyembur.

Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, PGN bersama pihaknya masih melakukan penggalian di dua sisi utara dan selatan sungai untuk melakukan pengucian pipa.

“Semburan masi, neskiusai upaya penguncian pipa dengan melakukan penggalian empat titik, masing masing dua gakian di dua sisi utara dan selatan yang dilakukan teman PGN, ” ungkap Irvan saat dikonfirmasi, Jumat (17/10/2025).

Dari hasil pantauan PGN bersama BPBD, semburan air bercampur gas sempat berhenti tapi tak berselang lama kembali menyembur.

“Dari laporan dilapangan,  saat ini terhitung sudah 2 kali berhenti dan muncul kembali sejak pergantian shift dari malam ke pagi, ” ungkap pria yang juga menjabat Kasatgas Kampung Pancasila ini.

“Saat ini masih di lakukan upaya pengeboran di sekitaran area lokasi untuk mencari kemungkinan pipa yang menyalur melintasi sungai oleh petugas terkait, ” pungkas Irvan.

Baca Juga:  Diduga Mengantuk, Mobil Terbalik di Dharmahusada Surabaya Tabrak Tiang hingga Pohon

Sejak Kamis (16/10) siang, warga dan pengendara di Rungkut Mapan dikejutkan dengan semburan air sungai bercampur gas.  Kondisi ini membuat Perusahaan Gas Negara (PGN) segera menurunkan tim teknis untuk memeriksa kemungkinan kebocoran pipa gas di bawah sungai. Pemeriksaan awal dilakukan untuk memastikan sumber gas yang menimbulkan gelembung tersebut.

“Tim kami sudah turun ke lokasi dan hasilnya, pipa gas PGN di sekitar area itu tidak mengalami gangguan atau penurunan tekanan,” kata Division Head Regional Support and Service PGN SOR III, Muhammad Rais Effendi.

Baca Juga:  Korban Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny Bertambah Jadi 14 Orang, 49 Masih Hilang

Dari hasil pengukuran sementara, PGN menemukan bahwa gelembung di sungai tersebut mengandung gas metana (CH₄), jenis gas yang umum ditemukan dalam gas bumi. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB