18 Santri Ponpes Al Khoziny Asal Surabaya Meninggal, 2 Belum Teridentifikasi

- Publisher

Jumat, 10 Oktober 2025 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya – 18 santri asal Surabaya meninggal dunia dalam insiden runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan belasan santri anak di Surabaya kemungkinan masih akan bertambah seiring terus berlangsungnya proses identifikasi Tim DVI Polda Jatim.

“Yang menjadi korban 53 anak. Yang meninggal 18 anak, ” kata Irvan dalam keterangannya yang diterima kilasjatim, Jumat (10/10/2025).

Ia menambahkan, pihaknya bersama dinas terkait terus memberikan pendampingan serta mengupdate perkembangan data identifikasi jenazah maupun korban luka yang masih dirawat.

Hingga Kamis (9/10), Tim DVI Polda Jatim sudah berhasil mengidentifikasi 48 kantung dari 67 kantung jenazah yang diterima RS Bhayanhkara Polda Jatim.

Berikut identitas 18 santri asal Surabaya yang meninggal dunia :

1. Maulana Alfian Ibahimovic, 13 Tahun

2. Mochammad Mashudulhaq, 14 Tahun

Baca Juga:  Surabaya Hari Ini Hujan Ringan, Suhu 24–30 Derajat

3. Rafi Carur Okta Mulya P, 17 Tahun

4. M Agus Ubaidillah, 14 Tahun

5. Muhammad Aska, 13 Tahun.

6. Firman Nur, 16 Tahun

7. Daul Milal

8. Ahmad Rijaul Haq

9. Wasiur Rohib, 17 Tahun

10. M Reza Syfai Akbar, 15 Tahun

11. Afifuddin Zaraksih, 14 Tahun

12. Farhan, 17 Tahun

13. Achmad Albi Fahri, 14 Tahun

14. M Ali Sirajuddin

15. M Azzam Habibi, 14 Tahun

16. Muhammad Raihan Jamil, 14 Tahun

Baca Juga:  Hari Pahlawan, Eri Dorong Pemuda Surabaya Berjuang dengan Cara Baru

17. Moh Toni Afandi, 14 Tahun

18. Arif Afandi, 15 Tahun.

“Dari data kami masih ada dua anak yg belum teridentifikasi. Semoga bisa ceoat teridentifikasi,” pungkas Irvan.

Dua anak asal Surabaya yang belum teridentifikasi yakni, Abdul Halim (14) asal Bulak Banteng dan M Ridwan Sahari (15) asal Bendul Merisi. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB