Basarnas Pastikan Semua Korban Ponpes Al Khoziny Ditemukan, Operasi Pencarian Korban Ditutup

- Publisher

Selasa, 7 Oktober 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto: Ist-dok/BS)

i

(foto: Ist-dok/BS)

Bicarasurabaya.com – Operasi pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, resmi ditutup. Setelah sembilan hari pencarian, Basarnas mencatat 67 korban meninggal dunia, termasuk delapan bagian tubuh, serta 104 orang berhasil diselamatkan.

Penutupan operasi dilakukan melalui apel resmi di halaman pondok pesantren yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Ia menyatakan, seluruh korban telah berhasil ditemukan dan material reruntuhan sudah dipindahkan dari lokasi.

Baca Juga:  Penyerahan LKPD 2025, Khofifah Ingatkan Perbaikan Temuan BPK

“Hari ini, di hari kesembilan, kami menuntaskan operasi pencarian dan pertolongan terhadap seluruh korban. Seluruh material bangunan yang runtuh juga telah berhasil kami bersihkan,” ujar Syafii seusai apel penutupan, Selasa (7/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syafii memastikan bahwa lokasi kejadian kini telah steril dan tidak ada lagi korban yang belum ditemukan. Menurutnya, proses pencarian berjalan efektif karena titik runtuhan terisolasi dengan jelas.

“Kejadiannya terfokus pada satu titik, waktunya jelas, dan areanya terdefinisi dengan baik. Kami pastikan seluruh area telah diperiksa secara menyeluruh,” tegasnya.

Baca Juga:  47 Ribu Kendaraan Kembali ke Bali, Arus Balik Masih 29 Persen

Selama operasi, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama akses masuk yang sempit sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat dan personel. Meski begitu, upaya penyelamatan tetap dilakukan dengan hati-hati, terutama saat masih ada tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.

“Ketika kami mendeteksi adanya korban hidup, tindakan dilakukan secara terukur agar tidak memperparah kondisi struktur di sekitarnya. Alhamdulillah, beberapa di antaranya bisa diselamatkan,” katanya.

Syafii menambahkan, bangunan lain di sekitar pondok akan dilakukan asesmen oleh tim teknis untuk memastikan keamanan dan kelayakannya.

Baca Juga:  KPK Periksa Istri Maidi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Madiun

“Nanti ada pihak berwenang yang melakukan pemeriksaan struktur. Hasilnya akan menentukan apakah bangunan perlu diperkuat atau ada tindakan lanjutan,” pungkasnya. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB