13 Santri Tewas, Identifikasi Terkendala Sidik Jari

- Publisher

Jumat, 3 Oktober 2025 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Jumlah korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, terus bertambah. Hingga Jumat (3/10/2025), total 116 orang berhasil dievakuasi, 13 di antaranya ditemukan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan delapan korban berhasil dievakuasi pada Jumat, termasuk tiga yang ditemukan secara beruntun menjelang sore.

“Total sampai hari ini ada 116 korban, dengan 13 meninggal dunia. Semua korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim,” ujarnya.

Nanang menambahkan, jenazah ditemukan dalam kondisi utuh meski sudah mengalami pembengkakan. Proses pencarian disebut masih berlangsung tanpa henti. “Operasi evakuasi terus berlanjut selama 24 jam,” tegasnya.

Di RS Bhayangkara Surabaya, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menangani kedatangan lima jenazah terbaru. Kabid DVI Pusdokkes Polri, AKBP dr Wahyu Hidajati, menyebut sebagian besar korban adalah anak usia 12–15 tahun.

“Rata-rata jenazah hari ini anak-anak,” kata Wahyu.

Baca Juga:  Universiti Malaya Kunjungi Jatim, Khofifah Tawarkan Kolaborasi Pendidikan

Namun proses identifikasi menghadapi kendala serius. Sidik jari sebagian korban sudah rusak akibat pembusukan, sehingga belum ada satu pun yang berhasil diidentifikasi. Alternatif terakhir adalah pemeriksaan DNA dengan sampel dari keluarga korban.

“Kalau sidik jari dan data pembanding tidak bisa digunakan, maka tes DNA adalah langkah terakhir. Itu tidak bisa terbantahkan jika hasilnya cocok,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, pemeriksaan DNA memerlukan waktu minimal tiga hari, bahkan bisa lebih lama jika kondisi jaringan tubuh memburuk.

Baca Juga:  Hingga Larut Malam, Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Kalimas Belum Ditemukan

“Kalau jaringan tubuh semakin rusak, prosesnya bisa sampai seminggu atau dua minggu. Kami berusaha secepat mungkin agar keluarga segera mendapatkan kepastian,” tutupnya. (BS/za)

Berita Terkait

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka
3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB