Bicarasurabaya.com – Jumlah korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, terus bertambah. Hingga Jumat (3/10/2025), total 116 orang berhasil dievakuasi, 13 di antaranya ditemukan meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan delapan korban berhasil dievakuasi pada Jumat, termasuk tiga yang ditemukan secara beruntun menjelang sore.
“Total sampai hari ini ada 116 korban, dengan 13 meninggal dunia. Semua korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nanang menambahkan, jenazah ditemukan dalam kondisi utuh meski sudah mengalami pembengkakan. Proses pencarian disebut masih berlangsung tanpa henti. “Operasi evakuasi terus berlanjut selama 24 jam,” tegasnya.
Di RS Bhayangkara Surabaya, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menangani kedatangan lima jenazah terbaru. Kabid DVI Pusdokkes Polri, AKBP dr Wahyu Hidajati, menyebut sebagian besar korban adalah anak usia 12–15 tahun.
“Rata-rata jenazah hari ini anak-anak,” kata Wahyu.
Namun proses identifikasi menghadapi kendala serius. Sidik jari sebagian korban sudah rusak akibat pembusukan, sehingga belum ada satu pun yang berhasil diidentifikasi. Alternatif terakhir adalah pemeriksaan DNA dengan sampel dari keluarga korban.
“Kalau sidik jari dan data pembanding tidak bisa digunakan, maka tes DNA adalah langkah terakhir. Itu tidak bisa terbantahkan jika hasilnya cocok,” jelasnya.
Wahyu menambahkan, pemeriksaan DNA memerlukan waktu minimal tiga hari, bahkan bisa lebih lama jika kondisi jaringan tubuh memburuk.
“Kalau jaringan tubuh semakin rusak, prosesnya bisa sampai seminggu atau dua minggu. Kami berusaha secepat mungkin agar keluarga segera mendapatkan kepastian,” tutupnya. (BS/za)









