Bicarasurabaya.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur memaparkan hasil investigasi awal terkait kecelakaan bus pariwisata di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9/2025). Insiden yang menewaskan delapan orang dan melukai 44 penumpang itu menimpa rombongan tenaga kesehatan RS Bina Sehat Jember sepulang dari wisata Gunung Bromo.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi menjelaskan, bus Hino IND’S 88 bernopol P-7221-UG yang dikemudikan Al Bahri mengangkut 52 penumpang. “Seluruh korban meninggal sudah teridentifikasi dan dipulangkan ke Jember. Sembilan korban luka berat dan puluhan luka ringan juga dirawat di RS Bina Sehat Jember,” kata Iwan dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (16/9).
Polisi bersama PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban meninggal serta bantuan biaya perawatan bagi korban luka. Perwakilan Korps Lalu Lintas Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga turun langsung ke Jember dan lokasi kejadian untuk melakukan pendampingan serta investigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dari tim Traffic Accident Analysis (TAA) mengungkap bus diduga hilang kendali di turunan tajam sebelum menabrak tebing sejauh 60 meter. “Tidak ada jejak pengereman di lokasi. Benturan keras di sisi kanan bus menyebabkan kaca pecah dan bodi kendaraan rusak parah,” jelas Iwan.
Sebagian besar korban tewas duduk di sisi kanan bus. Keterangan dari penumpang selamat di baris depan memperkuat dugaan benturan keras di sisi tersebut.
Pemeriksaan awal menunjukkan kelengkapan administrasi kendaraan sah, uji KIR masih berlaku, dan SIM sopir sesuai klasifikasi. Tes narkoba terhadap pengemudi juga negatif. “Ini memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan sadar saat mengemudi,” tambah Iwan.
Kecepatan bus sebelum kecelakaan diperkirakan 64–80 km per jam. Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti. Polda Jatim juga meminta bantuan teknis dari pabrikan Hino untuk memeriksa sistem kelistrikan, kemudi, dan pengereman.
“Seluruh saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan teknis akan menjadi bahan penyidikan lanjutan,” tegas Iwan.
Kecelakaan ini menyita perhatian publik karena menimpa rombongan tenaga kesehatan. Pemprov Jatim bersama Pemkab Jember memberikan pendampingan psikologis dan bantuan logistik bagi keluarga korban yang tengah berduka.(BS/Za)











