Polda Jatim Beberkan Kronologi Awal Kecelakaan Bus Maut Probolinggo

- Publisher

Selasa, 16 September 2025 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa/BS)

i

(Foto: Istimewa/BS)

Bicarasurabaya.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur memaparkan hasil investigasi awal terkait kecelakaan bus pariwisata di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9/2025). Insiden yang menewaskan delapan orang dan melukai 44 penumpang itu menimpa rombongan tenaga kesehatan RS Bina Sehat Jember sepulang dari wisata Gunung Bromo.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi menjelaskan, bus Hino IND’S 88 bernopol P-7221-UG yang dikemudikan Al Bahri mengangkut 52 penumpang. “Seluruh korban meninggal sudah teridentifikasi dan dipulangkan ke Jember. Sembilan korban luka berat dan puluhan luka ringan juga dirawat di RS Bina Sehat Jember,” kata Iwan dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (16/9).

Baca Juga:  3 Kepala Daerah Jatim Kena OTT, Khofifah: Sudah Diingatkan KPK

Polisi bersama PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban meninggal serta bantuan biaya perawatan bagi korban luka. Perwakilan Korps Lalu Lintas Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga turun langsung ke Jember dan lokasi kejadian untuk melakukan pendampingan serta investigasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dari tim Traffic Accident Analysis (TAA) mengungkap bus diduga hilang kendali di turunan tajam sebelum menabrak tebing sejauh 60 meter. “Tidak ada jejak pengereman di lokasi. Benturan keras di sisi kanan bus menyebabkan kaca pecah dan bodi kendaraan rusak parah,” jelas Iwan.

Baca Juga:  Polda Jatim dan PPAT Siap Kerjasama Atasi Sengketa Tanah

Sebagian besar korban tewas duduk di sisi kanan bus. Keterangan dari penumpang selamat di baris depan memperkuat dugaan benturan keras di sisi tersebut.

Pemeriksaan awal menunjukkan kelengkapan administrasi kendaraan sah, uji KIR masih berlaku, dan SIM sopir sesuai klasifikasi. Tes narkoba terhadap pengemudi juga negatif. “Ini memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan sadar saat mengemudi,” tambah Iwan.

Kecepatan bus sebelum kecelakaan diperkirakan 64–80 km per jam. Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti. Polda Jatim juga meminta bantuan teknis dari pabrikan Hino untuk memeriksa sistem kelistrikan, kemudi, dan pengereman.

Baca Juga:  Perawat PPPK Tertangkap Selundupkan 240 Pil Koplo ke Lapas Lumajang

“Seluruh saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan teknis akan menjadi bahan penyidikan lanjutan,” tegas Iwan.

Kecelakaan ini menyita perhatian publik karena menimpa rombongan tenaga kesehatan. Pemprov Jatim bersama Pemkab Jember memberikan pendampingan psikologis dan bantuan logistik bagi keluarga korban yang tengah berduka.(BS/Za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB