Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima 14 Duta Besar dan calon Duta Besar Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan diplomasi ekonomi sekaligus mempromosikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara di kancah internasional.
Khofifah menegaskan, diplomasi ekonomi harus menjadi prioritas politik luar negeri sekaligus instrumen untuk membuka peluang investasi, perdagangan, dan wisata.
“Kami berharap para duta besar mempromosikan potensi ekonomi, perdagangan, wisata, dan produk unggulan Jawa Timur di negara penugasan masing-masing,” ujarnya usai melakukan pertemuan di Gedung Negara Grahadi, Rabu (10/9/2025) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Khofifah, peran Jatim sangat strategis. Provinsi ini merupakan penyumbang terbesar kedua PDRB nasional setelah DKI Jakarta, dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025 mencapai 5,23 persen (y-on-y). Sektor jasa perusahaan tumbuh paling tinggi, 9,76 persen, sementara pertanian, kehutanan, dan perikanan naik signifikan 16,53 persen (q-to-q).
Ia juga memaparkan sejumlah proyek strategis seperti tol Ngawi–Bojonegoro–Tuban–Lamongan–Manyar–Bunder, pengendalian banjir Kali Lamong, SPAM Umbulan, hingga rencana kereta gantung di Batu. Infrastruktur tersebut, kata Khofifah, akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Luar Negeri sekaligus calon Dubes RI untuk Vietnam, Adam Mulawarman Tugio, menegaskan dukungan penuh Kemenlu terhadap diplomasi ekonomi Pemprov Jatim.
“Jatim dipilih karena spesial, banyak potensi yang bisa dikerjasamakan. Kami siap membantu mendorong ekspor dan investasi Jatim ke mancanegara,” ucapnya.
Para dubes juga melakukan kunjungan lapangan ke sektor manufaktur dan perikanan. Mereka menilai Jatim punya peluang besar bekerja sama dengan Timur Tengah yang memiliki sumber pembiayaan kuat. Selain ekspor, terbuka juga peluang outbound investment, salah satunya memanfaatkan regenerasi pengusaha diaspora di Eropa.
Khofifah optimistis pertemuan ini menjadi pintu masuk kolaborasi internasional yang lebih luas. “Insyaallah, peluang-peluang ekonomi Jatim bisa diperjuangkan para duta besar di negara sahabat,” katanya.
Sebagai informasi, total 14 dubes hadir dalam pertemuan ini, tiga di antaranya sudah dilantik, sementara 11 lainnya segera bertugas di kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Latin.(BS/Za)











