Ikrar “Jogo Suroboyo” Jadi Gerakan Akar Rumput Jaga Kota Pahlawan

- Publisher

Rabu, 10 September 2025 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikrar bersama,

i

Ikrar bersama, "Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia" di Tugu Pahlawan Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)

Bicarasurabaya.com – Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Kota Surabaya beberapa waktu lalu, masih menyisakan luka. Kota yang dikenal sebagai simbol keberanian dan gotong-royong, diuji oleh tindakan anarkistis segelintir oknum yang menunggangi aspirasi damai. Sejumlah fasilitas umum dirusak, bahkan ada yang dibakar dan dijarah.

Dari luka itu, lahir sebuah gerakan baru. Pada Kamis pagi, 4 September 2025, ribuan warga tumpah ruah di Tugu Pahlawan. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Muhammadiyah, Walubi, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Karang Taruna, Pemuda Pusura, Pemuda Pancasila, Maluku Satu Rasa (M1R), Madura Asli (Madas), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas, Pramuka, komunitas ojek daring, hingga para Ketua Satgas Kampung Pancasila RW.

Di bawah terik matahari, mereka mengucapkan ikrar bersama, “Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia”. Jumlahnya tak main-main, ada 9.319 orang. Ikrar bersama ini menjadi simbol dan tekad kolektif warga Kota Pahlawan untuk menjaga kampung halaman mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ikrar bersama itu lahir sebagai respons spontan dari berbagai elemen masyarakat. Tak ketinggalan, Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hingga perwakilan dari organisasi pencak silat di Surabaya hadir. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa warga Surabaya meneguhkan semangat kebersamaan di tengah ancaman perpecahan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hadir dan menyaksikan langsung pembacaan ikrar. Dengan suara lantang, ia menyampaikan terima kasih kepada warga yang dengan caranya masing-masing ikut menjaga Surabaya dari tindakan anarkistis.

“Saya matur nuwun (terima kasih), hari ini elemen Surabaya mengadakan ikrar Jogo Suroboyo. Saya yakin hari ini kita bisa menjaga Kota Surabaya dengan kekuatan agama, Pancasila dan kebersamaan,” kata Wali Kota Eri.

Baca Juga:  Ribuan Warga Surabaya Bersihkan Sungai Kalimas, Menteri LH Puji Pengelolaan Sampah

Untuk itu, Wali Kota Eri menyerukan agar warga Surabaya bangkit. Warga harus kembali berdagang, membuka usaha, dan berkegiatan seperti sedia kala. Ia meyakini seluruh elemen akan turut serta menjaga Kota Pahlawan.

“Ayo kita berikan ketenangan di warga Kota Surabaya. Yang berdagang, silakan berdagang kembali, yang ingin berusaha, berusahalah kembali. Saya yakin njenengan (anda) semuanya adalah pahlawan Kota Surabaya yang akan menjaga kota ini,” ujarnya.

Ikrar bersama, "Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia" di Tugu Pahlawan Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)
Ikrar bersama, “Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia” di Tugu Pahlawan Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)

Ia juga mengapresiasi aksi spontan warga yang menjaga kampungnya saat aksi kerusuhan. Warga Wonokromo dan Bubutan, misalnya, berinisiatif berjaga demi mencegah aksi massa melakukan tindakan kerusuhan.

“Saya matur nuwun untuk warga Wonokromo dan Bubutan yang kemarin ketika terjadi tindakan anarkistis, mereka mempertahankan wilayahnya dengan perjuangan yang luar biasa,” tuturnya.

Deklarasi Jogo Suroboyo tak hanya seremoni. Wali Kota Eri menekankan bahwa pesan itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui Kampung Pancasila. Konsep ini mendorong setiap kampung menjaga lingkungannya seperti benteng kecil yang menopang keamanan kota.

“Siapapun boleh menyampaikan aspirasinya, tapi tidak dengan merusak. Kalau kita orang Surabaya, maka kita akan menjaga kota ini, mencintai kota ini, seperti para pahlawan yang mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan,” katanya.

Ia juga menyinggung sejarah panjang Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Sejarah mencatat, kota ini pernah bangkit dari reruntuhan perang 1945, saat arek-arek Suroboyo melawan pasukan Inggris. Darah perjuangan itu kini digugah kembali dalam konteks berbeda, yakni menjaga kota dari ancaman kerusuhan dan perpecahan.

“Darahnya anak-anak Surabaya ini adalah darah pejuang. Maka tidak boleh ada ketakutan, ketika Surabaya ini diancam. Maka (Jogo Suroboyo) ini dideklarasikan oleh semua elemen yang ada di Surabaya,” terangnya.

Baca Juga:  Hari Pahlawan, Eri Dorong Pemuda Surabaya Berjuang dengan Cara Baru

Di hadapan ribuan peserta, Wali Kota Eri juga menitipkan pesan moral. Ia meminta warga menjadikan peristiwa rusuh sebagai pengingat dari Tuhan, agar Surabaya tidak terjebak egoisme dan kesombongan.

“Mungkin kita terlalu banyak ego, merasa paling hebat. Tapi hari ini kita diingatkan, Surabaya dibangun dengan kebersamaan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa aksi unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan, hanya akan menguntungkan pihak yang ingin merusak sendi kehidupan kota. Ekonomi sempat terhenti, warung dan warkop tutup, banyak usaha lumpuh.

“Kejadian kemarin sempat menghentikan ekonomi. Berarti kalau ada orang yang seperti ini, maka dia bukan orang baik, mereka tidak memikirkan nasib orang lain. Maka hari ini waktunya kita bangkit, kita jaga Kota Surabaya,” tegas dia.

Ikrar bersama, "Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia" di Tugu Pahlawan Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)
Ikrar bersama, “Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia” di Tugu Pahlawan Surabaya (Foto: Pemkot Surabaya)

Kini, lewat gerakan yang diinisiasi oleh Surabaya Youth Leader Forum, Forum Jogo Suroboyo (FJS), dan sejumlah organisasi masyarakat, Kota Pahlawan kembali bangkit. Warga diminta kembali ke rutinitas, membuka warkop, berdagang maupun cangkrukan. Hanya saja, kali ini dengan kesadaran baru menjaga kota bersama-sama.

“Saya yakin, arek-arek Surabaya, anak-anak muda Surabaya, elemen-elemen yang ada di Surabaya, pasti akan menjaga Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri.

Setidaknya terdapat lima poin yang dibacakan dalam ikrar bersama di Tugu Pahlawan. Pertama, menjaga Surabaya tetap aman dan rukun. Kedua, menguatkan identitas kota sebagai jati diri warganya. Ketiga, menyampaikan aspirasi dengan kritis tapi tanpa terprovokasi. Keempat, menolak kekerasan dan anarkisme. Dan kelima, bersatu dalam harmoni tanpa amarah.

Tak hanya soal semangat, ikrar bersama Jogo Suroboyo juga melahirkan langkah konkret. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama warga sepakat menghidupkan kembali PAM Swakarsa melalui Kampung Pancasila.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Geram Mural Gubeng Pojok Dirusak: Hukumannya Harus Berat

“Kemarin sudah berjalan PAM Swakarsa, dengan Kampung Pancasila. Tuhan mengingatkan kita untuk mengembalikan lagi semangat itu. Maka siapapun yang merusak Surabaya, menyakiti Surabaya, saya yakin seluruh warga mulai hari ini akan bergerak,” imbuhnya.

Salah satu inisiator sekaligus penyelenggara acara, Febryan Kiswanto, menjelaskan bahwa kegiatan doa dan ikrar bersama Jogo Suroboyo tersebut lahir sebagai bentuk dukungan nyata dari seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

“Ikrar hari ini adalah bentuk dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan warga Kota Surabaya. Khususnya teman-teman muda ingin menyampaikan pesan kepada semua bahwa Surabaya hari ini sudah baik-baik saja dan akan terus berbenah untuk menjadi lebih baik,” kata Febry.

Febry juga menegaskan bahwa kerusuhan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong warga dalam menjaga Surabaya.

“Maka hari ini kita ingin merapatkan barisan, memperbaiki apa yang kemudian kurang. Dan kami teman-teman muda berkomitmen untuk bersama-sama menjaga Kota Surabaya, maka tagline-nya adalah Jogo Suroboyo,” ujarnya.

Febry pun menyampaikan harapan agar situasi Surabaya ke depan terus berjalan kondusif, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak muda untuk kembali berkarya.

“Yang usaha tetap bisa jalan usahanya. Kemudian aktivitas belajar juga akan tetap belajar secara nyaman kembali,” harap Febry.

Sebagai Ketua Karang Taruna Surabaya, Febry juga menekankan bahwa organisasi pemuda di Kota Pahlawan menjadi bagian penting dari gerakan Jogo Suroboyo.

“Surabaya Youth Leader Forum itu terdiri dari beberapa elemen-elemen pemuda. Nah, teman-teman elemen pemuda inilah yang menjadi inisiator, termasuk penyelenggara,” pungkas Febry. (ADV)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB