Tekankan Keamanan dan Standar Produksi, Pemkot dan UPN Jatim Gelar Pelatihan Inventaris Produk dan Proses Produksi

- Publisher

Minggu, 25 Mei 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemateri bersama hasil produknya/istimewa

i

Pemateri bersama hasil produknya/istimewa

Bicarasurabaya.com — Rangkaian kegiatan Inkubasi Wirausaha Mandiri dan Pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang diselenggarakan oleh Kecamatan Wonokromo terus berjalan aktif sejak April hingga Agustus 2025. Program ini bertujuan untuk membina kemandirian ekonomi para akseptor Keluarga Berencana (KB) melalui pelatihan intensif dan terstruktur dalam pengembangan usaha mikro.

Pada Sabtu, 24 Mei 2025, para peserta mengikuti sesi penting bertajuk “Inventaris Produk dan Proses Produksi” yang disampaikan oleh narasumber Kustini dan Mohammad Wahed. Materi ini memberikan penekanan pada pentingnya memahami proses produksi yang higienis, efisien, dan sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku secara nasional.

Pada kesempatan itu, Salah satu pemateri, Kustini, mengawali dengan pengenalan prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Peserta dikenalkan juga pada konsep dasar CPPOB yang meliputi cara memproduksi pangan olahan agar bermutu, halal, dan aman dikonsumsi.

“Prinsip ini tidak hanya penting untuk menjaga kualitas produk di pasar lokal, tetapi juga menjadi prasyarat dalam menghadapi pasar yang lebih luas. Penerapan CPPOB juga sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha wajib menjamin keamanan pangan dari hulu ke hilir dalam rantai produksi,” kata Kustini.

Dalam sesi yang berlangsung secara interaktif ini, peserta juga dibimbing untuk melakukan inventarisasi bahan baku, peralatan, dan sarana produksi secara menyeluruh. Mereka mempelajari cara mengelola gudang bahan baku, kemasan, dan produk jadi agar tetap bersih dan tertata rapi, mengikuti prinsip FIFO (First In, First Out) maupun FEFO (First Expired, First Out).

Baca Juga:  Eri-Armuji Safari Politik ke Sejumlah Partai, Ajak Bersinergi Bangun Surabaya

“Selain itu, aspek pengendalian proses produksi juga menjadi fokus penting, seperti pemantauan suhu penggorengan dan penerapan prosedur sanitasi untuk menjaga kualitas produk,” katanya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Mohammad Wahed, menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan dan lokasi produksi agar terbebas dari sumber kontaminasi. Kesehatan dan kebersihan karyawan, perilaku kerja yang higienis, serta pelatihan secara berkala turut ditekankan sebagai bagian dari sistem produksi pangan yang bertanggung jawab dan profesional.

“Bagian penting lainnya dalam pelatihan ini adalah edukasi mengenai pelabelan produk olahan,” kata dia.

Para peserta juga diberi pemahaman tentang informasi wajib yang harus dicantumkan dalam label produk, seperti komposisi bahan, berat bersih, nama dan alamat produsen, izin edar, dan status kehalalan. Penanganan produk akhir juga menjadi perhatian utama, dengan penjelasan mengenai pentingnya prosedur distribusi yang menjamin mutu dan keamanan produk tetap terjaga hingga sampai ke konsumen.

Baca Juga:  'Dandan Omah' Program Padat Karya Dongkrak Ekonomi Kerakyatan 154 Kelurahan

“Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip CPPOB, para pelaku usaha mikro dapat bersaing secara sehat dan memberikan jaminan mutu kepada konsumen,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Kecamatan Wonokromo dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro yang berdaya saing dan berbasis kualitas. Rangkaian pelatihan akan terus berlanjut dengan topik-topik strategis lainnya, termasuk strategi pemasaran, pengelolaan keuangan usaha, hingga pendampingan distribusi dan promosi produk.

Dengan pelatihan yang menyentuh berbagai aspek penting usaha, diharapkan para akseptor KB dapat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan mampu mendorong kesejahteraan keluarga serta lingkungan sekitarnya. (Penulis: Kustini dan Mohammad Wahed)

 

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari
Ruko Nasi Tempong Sri Dewi Jadi Pusat Ledakan Pakuwon City

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:37 WIB

5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:15 WIB

3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB