Bicarasurabaya.com – Upaya peningkatan kemandirian ekonomi keluarga terus digaungkan melalui program Keluarga Berencana (KB) yang inovatif dan berkelanjutan. Kecamatan Wonokromo bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya serta akademisi dari UPN “Veteran” Jawa Timur, menyelenggarakan kegiatan Inkubasi Wirausaha Mandiri dan Pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang berlangsung sejak April hingga Agustus 2025.
Program ini dirancang untuk membekali para akseptor KB, khususnya perempuan, dengan keterampilan berwirausaha agar mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga. Salah satu sesi penting dalam rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Mei 2025, dengan tema “Pemilihan Produk”.
Materi disampaikan oleh Prof. Ignatia Martha dan Kiky Asmara, dosen dari UPN “Veteran” Jawa Timur. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya memilih produk yang tepat sebelum memulai usaha. Para peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mengenali kebutuhan dan minat pelanggan di lingkungan sekitar mereka, menyesuaikan produk dengan minat dan kemampuan diri, serta memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka juga kami dorong untuk meminta masukan dari orang-orang terdekat, melakukan inovasi terhadap produk yang sudah ada di pasaran, dan mulai menyusun strategi promosi sejak awal pengembangan usaha,” kata Prof. Ignatia Martha.

Pada kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa produk yang baik adalah produk yang dapat diproduksi secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar. Sebagai contoh, kisah sukses Maicih, produsen keripik pedas, diangkat untuk menginspirasi para peserta. Kisah ini memperlihatkan bagaimana inovasi dan diferensiasi bisa membuat produk tetap diminati masyarakat meskipun persaingan di pasar sangat tinggi.
“Kami ingin para peserta tidak hanya sekadar memulai usaha, tapi mampu mempertahankannya dalam jangka panjang,” kata guru besar FEB UPN “Veteran” Jawa Timur itu.
Kegiatan inkubasi ini akan terus berlangsung hingga Agustus 2025, dengan berbagai materi lanjutan seperti pelatihan manajemen keuangan sederhana, pemasaran digital, serta pendampingan dalam proses produksi dan distribusi. Tak hanya itu, peserta juga akan mengikuti workshop lanjutan, kunjungan ke pelaku usaha sukses, serta pameran produk hasil wirausaha peserta.
Di akhir program, seluruh rangkaian kegiatan akan dievaluasi dan hasilnya akan dijadikan model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di kecamatan lain di wilayah Kota Surabaya. Harapannya, program ini dapat melahirkan pelaku usaha mandiri yang tangguh dan berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas. (Penulis: Prof. Ignatia Martha dan Kiky Asmara)









