Mendorong Kemandirian Ekonomi Akseptor KB, Pemkot Surabaya bersama UPN Jatim Gelar Pelatihan Pemilihan Produk

- Publisher

Selasa, 27 Mei 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Ignatia Martha saat menyampaikan materi pemilihan produk/istimewa

i

Prof. Ignatia Martha saat menyampaikan materi pemilihan produk/istimewa

Bicarasurabaya.com – Upaya peningkatan kemandirian ekonomi keluarga terus digaungkan melalui program Keluarga Berencana (KB) yang inovatif dan berkelanjutan. Kecamatan Wonokromo bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya serta akademisi dari UPN “Veteran” Jawa Timur, menyelenggarakan kegiatan Inkubasi Wirausaha Mandiri dan Pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang berlangsung sejak April hingga Agustus 2025.

Program ini dirancang untuk membekali para akseptor KB, khususnya perempuan, dengan keterampilan berwirausaha agar mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga. Salah satu sesi penting dalam rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Mei 2025, dengan tema “Pemilihan Produk”.

Baca Juga:  Kota Surabaya jadi Lokomotif Percepatan Vaksin Anak Usia 6-11 Tahun di Jatim

Materi disampaikan oleh Prof. Ignatia Martha dan Kiky Asmara, dosen dari UPN “Veteran” Jawa Timur. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya memilih produk yang tepat sebelum memulai usaha. Para peserta mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mengenali kebutuhan dan minat pelanggan di lingkungan sekitar mereka, menyesuaikan produk dengan minat dan kemampuan diri, serta memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka juga kami dorong untuk meminta masukan dari orang-orang terdekat, melakukan inovasi terhadap produk yang sudah ada di pasaran, dan mulai menyusun strategi promosi sejak awal pengembangan usaha,” kata Prof. Ignatia Martha.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Selamatkan 2 Anak Korban Kekerasan, Siapkan Sekolah dan Trauma Healing
Prof. Ignatia Martha dan Kiky Asmara saat menyampaikan materi pemilihan produk/istimewa
Prof. Ignatia Martha dan Kiky Asmara saat menyampaikan materi pemilihan produk/istimewa

Pada kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa produk yang baik adalah produk yang dapat diproduksi secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar. Sebagai contoh, kisah sukses Maicih, produsen keripik pedas, diangkat untuk menginspirasi para peserta. Kisah ini memperlihatkan bagaimana inovasi dan diferensiasi bisa membuat produk tetap diminati masyarakat meskipun persaingan di pasar sangat tinggi.

“Kami ingin para peserta tidak hanya sekadar memulai usaha, tapi mampu mempertahankannya dalam jangka panjang,” kata guru besar FEB UPN “Veteran” Jawa Timur itu.

Kegiatan inkubasi ini akan terus berlangsung hingga Agustus 2025, dengan berbagai materi lanjutan seperti pelatihan manajemen keuangan sederhana, pemasaran digital, serta pendampingan dalam proses produksi dan distribusi. Tak hanya itu, peserta juga akan mengikuti workshop lanjutan, kunjungan ke pelaku usaha sukses, serta pameran produk hasil wirausaha peserta.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Gelar Nikah Massal Tanpa APBD

Di akhir program, seluruh rangkaian kegiatan akan dievaluasi dan hasilnya akan dijadikan model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di kecamatan lain di wilayah Kota Surabaya. Harapannya, program ini dapat melahirkan pelaku usaha mandiri yang tangguh dan berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas. (Penulis: Prof. Ignatia Martha dan Kiky Asmara)

Berita Terkait

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo
2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:17 WIB

3 Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Jalani Operasi di RSUD Soetomo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:43 WIB

2 Korban Ledakan Pakuwon City Jalani Operasi, Kini Dirawat di ICU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Kondisi kecelakaan pasca alami kecelakaan di Tol Ngawi-Solo. (Foto: Gakum Polres Ngawi/Ist)

Bicara Jatim

Kecelakaan 3 Truk di Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 4 Luka

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:46 WIB

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB