618 Ribu Lebih Siswa Baru Jatim Ikuti MPLS, Tanpa Perpeloncoan dan Pungutan

- Publisher

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Dibuat dengan AI Chat GPT)

i

Ilustrasi (Dibuat dengan AI Chat GPT)

Bicarasurabaya.com – Sebanyak 618.479 murid baru SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (13/7/2026). Dinas Pendidikan Jawa Timur menegaskan seluruh sekolah wajib menggelar MPLS yang edukatif, tanpa perpeloncoan, pungutan, maupun kekerasan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan seluruh sekolah wajib mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

“Pelaksanaan MPLS harus menciptakan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, serta bebas dari perpeloncoan dan kekerasan,” kata Aries.

Sesuai aturan tersebut, MPLS dilaksanakan paling lama lima hari pada pekan pertama tahun ajaran baru. Materi yang diberikan meliputi pengenalan budaya sekolah, sistem pembelajaran, tata tertib, fasilitas sekolah, etika bermedia sosial, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), program Pagi Ceria, serta Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Dindik Jatim juga melarang sekolah memungut biaya kepada peserta didik baru maupun mewajibkan penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.

Baca Juga:  Eks Bupati Ponorogo Dituntut 7 Tahun Penjara Kasus Suap dan Gratifikasi

Aries menegaskan seluruh rangkaian MPLS menjadi tanggung jawab guru. Sementara itu, OSIS atau kakak kelas hanya bertugas mendampingi pelaksanaan kegiatan, bukan menjadi penanggung jawab.

Untuk mencegah perundungan, Dindik meminta sekolah memperketat pengawasan guru, menyediakan kanal pengaduan yang aman bagi siswa, serta menjatuhkan sanksi terhadap setiap pelanggaran. OSIS juga diminta mengisi MPLS dengan kegiatan yang edukatif, kolaboratif, sekaligus menyisipkan materi pencegahan bullying.

Pembukaan MPLS tingkat Provinsi Jawa Timur akan dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Agenda pembukaan antara lain Deklarasi Anti Rokok dan Rokok Elektrik di Lingkungan Sekolah serta Gema Integritas Sekolah. Sementara sekolah lainnya di Jawa Timur akan mengikuti kegiatan pembukaan secara daring.

Baca Juga:  Angkasa Pura Keluar, Bandara Dhoho Kediri Kini Dikelola Penuh Gudang Garam

Melalui pelaksanaan MPLS yang mengedepankan edukasi dan perlindungan siswa, Dindik Jatim berharap masa pengenalan sekolah menjadi pengalaman pertama yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.(BS/za)

Berita Terkait

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB