Bicarasurabaya.com – Hujan deras yang mengguyur Surabaya selama dua hari berturut-turut pada 22-23 Juni 2026 menyebabkan genangan di sejumlah kawasan. Tingginya curah hujan yang turun merata sejak dini hari diperparah kondisi pasang air laut yang menghambat aliran sungai menuju laut.
Pada Selasa (23/6/2026) pagi, beberapa titik genangan mulai berangsur surut. Kawasan Simo Kalangan dilaporkan surut sekitar pukul 07.15 WIB, disusul sejumlah ruas di kawasan MERR dan Baratajaya pada rentang pukul 07.30 hingga 07.45 WIB.
Di kawasan Simo, derasnya aliran air juga mengakibatkan kerusakan pada tembok penahan sungai. Sementara itu, petugas terus melakukan penyedotan dan pemantauan di sejumlah titik yang masih tergenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penanganan dilakukan sejak dini hari dengan mengerahkan puluhan armada penyedot air, termasuk mobil pemadam kebakaran dan kendaraan pendukung lainnya.
“Seluruh armada sudah bergerak sejak pukul 02.30 WIB untuk mempercepat penyedotan di titik-titik genangan,” kata Eri.
Menurutnya, kondisi genangan tidak hanya dipicu hujan berintensitas tinggi, tetapi juga dipengaruhi sejumlah pekerjaan normalisasi dan pembangunan drainase yang masih berlangsung di berbagai wilayah kota.
Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan saluran, pemasangan box culvert, hingga perbaikan rumah pompa di sejumlah lokasi seperti Jalan Ahmad Yani, Tanjungsari, Simo, MERR, Dinoyo, dan Rungkut. Selama proses pengerjaan, beberapa saluran harus ditutup sementara sehingga kapasitas aliran air belum dapat berfungsi optimal saat hujan ekstrem terjadi.
Selain itu, pasang air laut turut memperlambat proses surutnya genangan. Tingginya muka air laut menyebabkan aliran sungai menuju laut tertahan sehingga kinerja sistem drainase dan rumah pompa tidak bisa bekerja maksimal.
Untuk mengurangi dampak genangan, kolam tampung atau boezem dioptimalkan sebagai penampung sementara sebelum air dialirkan kembali ke sungai dan laut saat kondisi pasang mereda.
Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya juga mencatat fenomena aliran balik atau backwater di sejumlah kawasan seperti Tanjungsari, Tambak Mayor, Greges, hingga Petekan akibat tingginya elevasi muka air laut.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya Adi Gunita menjelaskan petugas terus mengoptimalkan rumah pompa dan memastikan saluran drainase bebas dari sumbatan.
“Kalau kondisi pasang sudah turun, kinerja pompa akan kami maksimalkan kembali agar genangan lebih cepat surut,” ujarnya.
Meski sebagian besar genangan mulai berkurang pada pagi hari, petugas masih bersiaga di sejumlah lokasi terdampak. Pekerjaan perbaikan drainase dan rumah pompa juga terus dikebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengendalian banjir menjelang musim hujan akhir tahun.(BS/za)











