Bicarasurabaya.com – Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak dini hari, Senin (22/6/2026), menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir. Genangan dilaporkan terjadi di Tanjungsari, Simo Kalangan, Jalan Imam Bonjol, hingga Jalan Kartini dengan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai selutut orang dewasa di beberapa titik.
Banjir yang terjadi sejak pagi itu berdampak pada aktivitas warga dan arus lalu lintas. Salah satu titik yang mengalami kepadatan cukup parah berada di bawah Jembatan Tol Simo Kalangan. Tingginya genangan membuat banyak pengendara memilih berhenti dan tidak berani melintas karena khawatir kendaraan mogok.
Sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir terpaksa mematikan mesin kendaraannya dan menuntunnya melewati genangan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat dan antrean kendaraan mengular dari kedua arah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Genangan juga terjadi di kawasan Jalan Imam Bonjol dan Tanjungsari. Air yang menggenangi badan jalan membuat kendaraan melaju lebih lambat dari biasanya untuk menghindari kerusakan mesin akibat menerobos banjir.
Sementara itu, di kawasan pusat kota, banjir di Jalan Kartini memaksa pengendara roda dua mencari jalur alternatif. Genangan setinggi sekitar 40 hingga 50 sentimeter membuat sebagian pengendara memilih masuk ke jalan-jalan perkampungan di sekitar lokasi demi menghindari ruas jalan yang terendam.
Hingga pagi hari, genangan masih terlihat di sejumlah titik. Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa di beberapa kawasan membuat mobilitas warga terganggu, terutama bagi pengendara sepeda motor yang harus ekstra hati-hati saat melintas.
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Surabaya sejak dini hari. Selain merendam sejumlah ruas jalan, genangan juga menyebabkan kepadatan lalu lintas di beberapa titik yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat pada jam sibuk pagi hari.(BS/za)









