Bicarasurabaya.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur hingga 21 Mei 2026. Kenaikan muka air laut dipicu siklus astronomi saat fase bulan baru atau new moon.
Koordinator BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengatakan pasang maksimum air laut saat ini merupakan siklus bulanan yang berpotensi memicu banjir rob di kawasan pesisir.
“Pasang air laut maksimum yang terjadi saat ini merupakan siklus bulanan posisi bulan, di mana saat ini fase bulan baru,” kata Sutarno, Senin (18/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG memprediksi ketinggian muka air laut bisa mencapai 120 hingga 160 sentimeter di atas rata-rata permukaan laut. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan di wilayah pesisir dengan tinggi sekitar 10 sampai 40 sentimeter.
Puncak pasang air laut diperkirakan terjadi pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Fenomena ini dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pelabuhan dan permukiman dekat pantai.
“Dapat mengganggu transportasi, aktivitas petani garam, perikanan, hingga kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” ujarnya.
Selain menimbulkan genangan, banjir rob juga berpotensi merusak infrastruktur dan lingkungan. Air laut yang masuk ke daratan dapat merendam jalan, kendaraan, hingga rumah warga.
BMKG juga mengingatkan risiko pencemaran sumber air bersih akibat intrusi air laut. Dalam jangka panjang, abrasi pantai disebut dapat mengikis wilayah pesisir dan merusak ekosistem mangrove.
Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi pesisir Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, Bangkalan, hingga Sampang.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat melakukan langkah antisipasi seperti memperbaiki drainase, menyiapkan pompa air, memperkuat tanggul, serta menjaga kawasan mangrove untuk mengurangi dampak banjir rob.(BS/za)











