Bicarasurabaya.com – Suasana berbeda terlihat di sejumlah ruas jalan Surabaya. Sekelompok Bonek bersama jajaran kepolisian turun ke jalan, membagikan bunga kepada pengendara dengan pelat nomor N (Malang Raya). Aksi ini menjadi pesan damai sekaligus respons atas insiden kekerasan di Pantai Wediawu, Malang.
Aksi tersebut dilakukan setelah peristiwa perusakan mobil dan dugaan pengeroyokan yang melibatkan oknum suporter Aremania di kawasan wisata Pantai Wediawu. Dalam kejadian itu, beberapa kendaraan dilaporkan rusak dan enam orang mengalami luka.
Di tengah ketegangan yang sempat muncul, Bonek justru memilih pendekatan berbeda. Mereka menyapa pengendara, menyerahkan bunga, dan menyampaikan pesan persaudaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi, mengatakan aksi ini merupakan bentuk nyata upaya meredam konflik sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
“Ini adalah bentuk empati dan ajakan untuk menahan diri. Kami ingin menunjukkan bahwa Surabaya terbuka dan damai untuk siapa pun,” ujar Luthfi disela aksi, Selasa (5/5/2026) malam.
Ia menegaskan, pihak kepolisian tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan, termasuk yang terjadi di Wediawu. Proses hukum terhadap pelaku, kata dia, akan tetap berjalan.
“Yang terjadi di Malang menjadi pelajaran bersama. Tapi jangan sampai memicu konflik baru. Semua harus menahan diri,” tegasnya.
Di sisi lain, Bonek yang terlibat dalam aksi tersebut menyebut kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas antarsuporter. Mereka ingin memutus rantai balas dendam yang kerap muncul setelah insiden.
Salah satu Bonek, Andi (27), mengatakan aksi bagi bunga dipilih sebagai simbol perdamaian.
“Kami tidak ingin memperpanjang masalah. Sepak bola itu soal kebanggaan, tapi kemanusiaan tetap nomor satu,” ujarnya.
Bonek lainnya, Rian (24), menambahkan bahwa mereka ingin menunjukkan wajah berbeda suporter.
“Kalau ada oknum berbuat salah, jangan digeneralisasi. Kami ingin membuktikan bahwa suporter juga bisa membawa pesan damai,” katanya.
Sejumlah pengendara bernopol N yang melintas tampak terkejut sekaligus terharu menerima bunga tersebut. Beberapa di antaranya bahkan berhenti sejenak untuk berbincang dan mengucapkan terima kasih.
Aksi ini diharapkan menjadi momentum meredakan ketegangan antar suporter, sekaligus mengingatkan bahwa rivalitas tidak harus berujung permusuhan.
Di tengah luka akibat insiden Wediawu, pesan yang ingin disampaikan sederhana: damai selalu punya tempat, bahkan di tengah rivalitas paling panas sekalipun.(BS/za)





