Posyandu Jatim Didorong Jadi Pusat Layanan 6 SPM

- Publisher

Rabu, 29 April 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

i

Foto: dok Humas Pemprov Jatim

Bicarasurabaya.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk mendekatkan layanan dasar ke masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan Hari Posyandu Nasional, Rabu (29/4/2026).

Khofifah menegaskan, Posyandu kini tidak lagi sebatas layanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi pusat layanan terpadu di tingkat desa dan kelurahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Melalui transformasi 6 SPM, layanan menjadi lebih luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pelayanan Publik Jatim Terbaik Nasional 2025, IPP Tertinggi

Enam bidang layanan yang diintegrasikan meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum.

Menurut Khofifah, pendekatan ini membuat masyarakat lebih mudah mengakses layanan dasar tanpa harus pergi jauh. Posyandu juga diharapkan menjadi pusat pelayanan yang cepat, responsif, dan berbasis gotong royong.

Di Jawa Timur, peran Posyandu dinilai signifikan. Tercatat ada 46.414 Posyandu dengan dukungan 301.013 kader yang tersebar di berbagai wilayah.

Baca Juga:  Libur Sekolah di Surabaya, Jam Malam dan Gerakan Tanpa Gawai Tetap Berlaku

Selain meningkatkan akses layanan, Posyandu juga dinilai menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, mulai dari menyalurkan aspirasi hingga mendorong pembangunan desa secara partisipatif.

Khofifah menekankan, keberhasilan transformasi ini bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi peran kader Posyandu yang menjadi ujung tombak di lapangan.

“Peran kader sangat penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pemprov Jatim menargetkan penguatan Posyandu sebagai pilar pembangunan berbasis komunitas, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga:  Risma Motivasi Ribuan Mahasiswa Baru ITS Hadapi Tantangan Global dengan Mental Pejuang

Transformasi ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing.(BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB