3 Kepala Daerah Jatim Kena OTT, Khofifah: Sudah Diingatkan KPK

- Publisher

Senin, 13 April 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto; dok Humas Pemprov Jatim)

i

(Foto; dok Humas Pemprov Jatim)

Bicarasurabaya.com – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) KPK menghantam Jawa Timur. Tiga kepala daerah periode 2025–2030 tumbang dalam waktu berdekatan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa angkat bicara.

Khofifah mengaku menyayangkan rentetan kasus korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo, Wali Kota Madiun, hingga terbaru Bupati Tulungagung.

Ia menegaskan, peringatan soal integritas sebenarnya sudah berulang kali disampaikan. Bahkan, seluruh kepala daerah di Jawa Timur disebut telah dipanggil langsung oleh KPK.

“Semua kabupaten/kota sudah pernah dipanggil KPK. Harapannya tentu menjaga pemerintahan yang bersih,” kata Khofifah usai acara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, koordinasi dengan KPK juga tidak sekali dua kali. Komunikasi intens dilakukan, termasuk melalui forum antar kepala daerah.

Namun fakta di lapangan berkata lain.

Dalam kurun kurang dari setahun sejak pelantikan Februari 2025, tiga kepala daerah justru terjerat OTT.

Baca Juga:  Wamendagri Puji Sistem Pengendalian Banjir Surabaya, Jadi Contoh Nasional?

Kasus pertama menimpa Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pada November 2025 terkait dugaan suap jabatan dan proyek RSUD. Disusul Wali Kota Madiun Maidi pada Januari 2026 dalam kasus pemerasan dana CSR dan fee perizinan.

Terbaru, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT pada April 2026. Ia diduga memeras 16 OPD dengan nilai mencapai Rp 5 miliar.

Khofifah menegaskan, untuk kasus yang sudah masuk ranah hukum, pihaknya tidak akan ikut campur.

Baca Juga:  Istri P3K Lapor Penelantaran ke PPA, Suami Malah Gugat Cerai

“Kalau sudah seperti ini, kita serahkan sepenuhnya ke KPK,” tegasnya.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB