Bicarasurabaya.com – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) KPK menghantam Jawa Timur. Tiga kepala daerah periode 2025–2030 tumbang dalam waktu berdekatan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa angkat bicara.
Khofifah mengaku menyayangkan rentetan kasus korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo, Wali Kota Madiun, hingga terbaru Bupati Tulungagung.
Ia menegaskan, peringatan soal integritas sebenarnya sudah berulang kali disampaikan. Bahkan, seluruh kepala daerah di Jawa Timur disebut telah dipanggil langsung oleh KPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua kabupaten/kota sudah pernah dipanggil KPK. Harapannya tentu menjaga pemerintahan yang bersih,” kata Khofifah usai acara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, koordinasi dengan KPK juga tidak sekali dua kali. Komunikasi intens dilakukan, termasuk melalui forum antar kepala daerah.
Namun fakta di lapangan berkata lain.
Dalam kurun kurang dari setahun sejak pelantikan Februari 2025, tiga kepala daerah justru terjerat OTT.
Kasus pertama menimpa Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pada November 2025 terkait dugaan suap jabatan dan proyek RSUD. Disusul Wali Kota Madiun Maidi pada Januari 2026 dalam kasus pemerasan dana CSR dan fee perizinan.
Terbaru, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT pada April 2026. Ia diduga memeras 16 OPD dengan nilai mencapai Rp 5 miliar.
Khofifah menegaskan, untuk kasus yang sudah masuk ranah hukum, pihaknya tidak akan ikut campur.
“Kalau sudah seperti ini, kita serahkan sepenuhnya ke KPK,” tegasnya.(BS/za)






