Bicarasurabaya.com – Status politik Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menjadi sorotan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua partai, Gerindra dan PDI Perjuangan, sama-sama menegaskan posisi Gatut di internal mereka.
DPD Partai Gerindra Jawa Timur memastikan Gatut belum resmi menjadi kader, meski sebelumnya sempat berproses untuk bergabung.
Ketua OKK DPD Gerindra Jatim, Hidayat, mengatakan keputusan keanggotaan belum ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang ada proses, tapi belum resmi menjadi kader karena belum ada keputusan DPP,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Meski demikian, Gerindra mengakui pernah mengusung Gatut dalam Pilkada Tulungagung 2024 berpasangan dengan kadernya, Ahmad Baharudin. Pasangan ini menang dengan perolehan 50,72 persen suara dan dilantik pada Februari 2025.
Di sisi lain, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan Gatut bukan lagi kader sejak mencalonkan diri melalui partai lain pada Pilkada 2024.
Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Jatim, Budi “Kanang” Sulistyono, menjelaskan keanggotaan Gatut otomatis gugur tanpa perlu proses pemecatan.
“Ketika mencalonkan diri lewat partai lain, otomatis keanggotaannya gugur,” ujarnya.
Menurutnya, status tersebut berlaku sejak Gatut mendaftarkan diri sebagai calon bupati yang diusung koalisi Gerindra, Golkar, dan PKS.
Dengan demikian, secara administratif Gatut tidak lagi berstatus kader PDIP, sementara di Gerindra juga belum tercatat sebagai kader resmi.
Sebelumnya, KPK mengamankan Gatut dalam OTT pada Jumat (10/4). Hingga kini, lembaga antirasuah masih mendalami kasus tersebut dan belum mengumumkan status hukum pihak yang diamankan.(BS/za)











