ITS Uji Energi Terbarukan, dari Biogasolin Sawit hingga PLTS Apung

- Publisher

Senin, 6 April 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat produksi bensin biogasolin sawit (Benwit) ITS sebagai inovasi bahan bakar alternatif berbasis potensi domestik. (Foto: dok Humas ITS)

i

Alat produksi bensin biogasolin sawit (Benwit) ITS sebagai inovasi bahan bakar alternatif berbasis potensi domestik. (Foto: dok Humas ITS)

Bicarasurabaya.com – Keterbatasan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan krisis global menjadi peringatan bagi ketahanan energi nasional. Di sisi lain, upaya pengembangan energi alternatif dinilai masih perlu dipercepat untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, riset energi berkelanjutan mulai diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal hingga integrasi berbagai sumber energi baru terbarukan.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Fadlilatul Taufany, menilai ketahanan energi tidak cukup hanya mengandalkan cadangan, tetapi juga kemampuan mengembangkan sumber alternatif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketahanan energi tidak hanya soal ketersediaan, tapi bagaimana kita mengembangkan energi berbasis potensi lokal,” ujarnya dalam keterangannya yang diterima, Senin (6/4/2026).

Baca Juga:  Status Semeru Awas, Juanda Pastikan Tak Ada Gangguan Penerbangan

Salah satu riset yang dikembangkan adalah konversi crude palm oil (CPO) menjadi bensin biogasolin atau “Benwit”. Inovasi ini menjadi upaya memanfaatkan sumber daya domestik sebagai bahan bakar alternatif.

Selain itu, ITS juga membangun fasilitas Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI), yang mengintegrasikan berbagai sumber energi seperti tenaga surya, biomassa, hingga hidrogen dalam satu sistem.

Fasilitas ini tidak hanya difokuskan pada riset, tetapi juga pengujian dalam skala nyata. “Implementasi menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti di laboratorium,” kata Taufany.

Baca Juga:  STIESIA Beri Beasiswa Kepada 53 Mahasiswa Berprestasi Senilai Rp 271,2 Juta

Pengembangan energi juga dilakukan di wilayah pesisir melalui proyek Solar2Wave, berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung nearshore. Model ini dinilai bisa menjadi solusi untuk memperluas akses energi bersih di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.

Di sisi lain, ITS juga mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan bioetanol, kendaraan listrik, hingga teknologi hydrogen fuel cell. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan efisien.

Namun, tantangan tetap ada. Pengembangan teknologi dinilai perlu diikuti dengan dukungan kebijakan dan kesiapan industri agar dapat diimplementasikan secara luas.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000, Kini Rp2,655 Juta

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi kunci agar inovasi bisa diterapkan,” ujarnya.

Selain riset, ITS juga mulai masuk ke tahap implementasi melalui layanan konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik berbasis baterai. Program ini berjalan sejak 2022 dan menyasar berbagai jenis kendaraan roda dua.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan arah pengembangan energi yang mulai bergeser. Di tengah tekanan global terhadap BBM, inovasi berbasis riset menjadi salah satu opsi untuk memperkuat ketahanan energi nasional, meski implementasinya masih membutuhkan waktu dan dukungan lintas sektor.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB