Bicarasurabaya.com – Kelompok mahasiswa MKU Pancasila UPNVJT menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Bhinneka Tunggal Ika: Belajar Bersama, Tumbuh Bersama” di Panti Asuhan Ulul Azmi, Gunung Anyar, Surabaya, pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keberagaman dan toleransi kepada anak-anak panti sejak dini.
Kegiatan ini menyasar anak-anak Panti Asuhan Ulul Azmi dengan rentang jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Dengan mempertimbangkan usia dan karakteristik peserta, seluruh rangkaian acara dirancang agar ringan, interaktif, dan mudah dicerna — namun tetap kaya makna. Para mahasiswa meyakini bahwa pemahaman tentang keberagaman dan semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu diperkenalkan sejak usia dini agar tumbuh menjadi fondasi karakter yang kuat.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan penyampaian materi tentang keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika menggunakan media presentasi yang dirancang visual dan menarik. Materi disajikan sesederhana mungkin agar dapat dipahami oleh seluruh peserta, tanpa mengurangi kedalaman pesan yang ingin disampaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif melalui platform Kahoot. Metode ini dipilih tidak hanya sebagai sarana evaluasi pemahaman, tetapi juga untuk menjaga antusiasme dan partisipasi aktif anak-anak. Suasana yang semula formal berubah menjadi penuh tawa dan semangat, saat adik-adik berlomba menjawab pertanyaan seputar materi yang baru saja disampaikan.

Sesi ice breaking turut menjadi bagian penting dalam menjaga keakraban dan semangat peserta sepanjang acara. Puncak keseruan hadir melalui permainan edukatif bertajuk “Skat Kertas di Menara Gelas” — sebuah tantangan yang menguji kerja sama, konsentrasi, dan kekompakan tim. Aturannya sederhana namun penuh tantangan. Lewat permainan ini, nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi inti dari Bhinneka Tunggal Ika tersampaikan secara langsung melalui pengalaman nyata.
“Tujuan kami sederhana: agar adik-adik bisa belajar sambil bermain, tetap aktif, dan pulang dengan membawa senyum sekaligus pemahaman baru tentang keberagaman Indonesia.” ungkap Ayin, perwakilan mahasiswa.
Pemilihan Panti Asuhan Ulul Azmi sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa pertimbangan. Para mahasiswa ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya edukatif, tetapi juga hangat dan menyenangkan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian. Dengan konsep yang santai namun bermakna, pesan tentang keberagaman dan toleransi diharapkan dapat lebih mudah diingat dan diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda secara menyenangkan dan kontekstual, semangat Bhinneka Tunggal Ika diharapkan terus hidup dan relevan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. (Penulis: Zahrotul Munawwaroh/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)









