Skor Tembus 91,83, SAKIP AA Surabaya Lampaui Rata-Rata Nasional

- Publisher

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri Cahyadi memilih untuk menunggu hasil lab terkait dugaan keracunan 200 siswa pasca mengkonsumsi menu MBG. (Foto: dok bicarasurabaya)

i

Wali Kota Eri Cahyadi memilih untuk menunggu hasil lab terkait dugaan keracunan 200 siswa pasca mengkonsumsi menu MBG. (Foto: dok bicarasurabaya)

Bicarasurabaya.com – Kota Surabaya kembali meneguhkan posisinya sebagai parameter utama dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Dalam ajang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Zona Integritas (ZI) Awards 2025 di Jakarta, Rabu (11/2/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mempertahankan predikat “AA” atau “Sangat Memuaskan” dengan perolehan skor 91,83.

Capaian tersebut menempatkan Surabaya jauh di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), nilai rata-rata SAKIP untuk kementerian/lembaga berada di angka 73,61, pemerintah provinsi 69,05, dan pemerintah kabupaten/kota 64,89. Dengan skor melampaui angka 90, Surabaya dinilai berhasil mengintegrasikan sistem perencanaan, pelaksanaan, hingga pengukuran dampak kinerja secara presisi.

Dalam kesempatan itu, Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa SAKIP bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen fundamental dalam birokrasi modern. Sistem ini memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki korelasi langsung dengan manfaat yang dirasakan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Reformasi birokrasi adalah fondasi terkuat untuk membangun negara yang lebih kuat dan berintegritas. SAKIP menjadi dasar untuk memastikan perencanaan hingga program pemerintah benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri PANRB.

Ia juga mengingatkan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya birokrasi yang unggul. Menurutnya, birokrasi yang berkualitas akan memperkuat kapasitas negara dalam mengimplementasikan kebijakan secara konsisten dan berkeadilan.

Baca Juga:  3 Tahun Kepemimpinan Eri Cahyadi-Armuji, Inilah Seabrek Capaian Program dan Segudang Prestasinya!

“Presiden juga menekankan bahwa birokrasi harus responsif dan melayani. Kebutuhan masyarakat harus menjadi pusat pelaksanaan reformasi birokrasi, sehingga keberhasilannya tidak hanya diukur dari efektivitas anggaran, tetapi juga dari kualitas layanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tuturnya.

Layanan Pemkot Surabaya di Siola/dok.Diskominfo Surabaya
Layanan Pemkot Surabaya di Siola/dok.Diskominfo Surabaya

Lebih jauh, Menteri PANRB menyebut reformasi birokrasi Indonesia tengah bertransformasi menuju digitalisasi penuh yang ditargetkan tuntas pada 2029. Menurutnya, berbagai indikator tata kelola, termasuk efektivitas pemerintahan dan pengembangan pemerintahan digital, menunjukkan perbaikan signifikan di tingkat global.

“Capaian reformasi birokrasi Indonesia telah menunjukkan pengakuan di tingkat global dan nasional. Berbagai indikator tata kelola pemerintahan, termasuk efektivitas pemerintahan dan pengembangan pemerintahan digital, mencatat perbaikan yang signifikan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa keberhasilan yang diraih Pemkot Surabaya merupakan hasil kerja kolektif yang berkelanjutan. Ia menggarisbawahi pentingnya tindak lanjut atas rekomendasi evaluasi tahun-tahun sebelumnya sebagai kunci stabilitas kinerja.

“Keberhasilan Pemkot Surabaya dalam mempertahankan predikat AA pada evaluasi SAKIP 2025 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak terlepas dari konsistensi perbaikan berkelanjutan atas rekomendasi evaluasi tahun sebelumnya,” kata Wali Kota Eri.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-instansi untuk mencegah tumpang tindih kebijakan. Menurutnya, kolaborasi yang solid memungkinkan proses perbaikan tata kelola berjalan lebih terstruktur dan terintegrasi. “Sehingga kinerja organisasi tidak bergerak secara parsial, melainkan dalam satu kerangka pembangunan yang koheren,” tuturnya.

Baca Juga:  Pertama dalam Sejarah, Kota Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17

Wali Kota Eri menegaskan bahwa keberhasilan SAKIP tidak bertumpu pada satu program tunggal, melainkan didukung oleh ekosistem inovasi dan tata kelola berbasis data. Ia lantas memaparkan sejumlah program strategis yang mendukung capaian tersebut.

Di antaranya Program Kampung Pancasila yang merefleksikan nilai gotong royong dalam pembangunan berbasis komunitas. Intervensi dilakukan hingga tingkat RW dan RT dengan melibatkan warga, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta dunia usaha.

“Dimensi yang disentuh mencakup kesejahteraan sosial, pendidikan, penguatan ekonomi, kualitas lingkungan, serta ketenteraman dan ketertiban. Pendekatan ini memperkuat integrasi antara kebijakan makro dan realitas mikro di tingkat masyarakat,” paparnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya mengembangkan dashboard data kinerja daerah yang menghadirkan sistem pemantauan berbasis data secara real time terhadap capaian indikator dan pelaksanaan intervensi di masing-masing perangkat daerah.

“Instrumen ini memperkuat fungsi pengendalian dan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy), sekaligus meningkatkan akuntabilitas vertikal kepada pimpinan daerah,” terangnya.

Layanan Pemkot Surabaya di Siola/dok.Diskominfo Surabaya
Layanan Pemkot Surabaya di Siola/dok.Diskominfo Surabaya

Penyederhanaan layanan melalui platform “Kantorku” dan “WargaKu” juga menjadi bagian dari transformasi birokrasi. Platform tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas layanan internal pemerintahan maupun layanan kepada masyarakat. “Transformasi ini mempercepat respons birokrasi, mengurangi fragmentasi prosedur, serta memperkuat orientasi pelayanan publik,” ujarnya.

Baca Juga:  75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Wali Kota Eri menekankan bahwa tujuan akhir dari SAKIP adalah kesejahteraan rakyat. Melalui sistem evaluasi berbasis data by name by address, Pemkot Surabaya memastikan intervensi sosial dilakukan secara akurat.

“Dengan pendekatan ini, kebijakan tidak lagi bersifat agregatif semata, tetapi mampu mengidentifikasi individu dan keluarga yang benar-benar membutuhkan intervensi. Akibatnya, bantuan sosial dan program pemberdayaan menjadi semakin terarah, presisi, dan berdampak langsung,” paparnya.

Ke depan, ia menekankan tantangan utama adalah menjaga budaya monitoring serta memperkuat manajemen pengetahuan (knowledge management). Untuk itu, ia mendorong setiap inovasi di perangkat daerah (PD) untuk didokumentasikan secara sistematis agar dapat direplikasi oleh PD lainnya.

“Pendokumentasian inovasi perangkat daerah harus dilakukan secara tertib dan sistematis agar praktik baik tidak berhenti pada unit tertentu, melainkan dapat direplikasi dan dikembangkan oleh seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Surabaya,” katanya.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa visi Surabaya adalah menjadi kota dunia dengan standar internasional. Baginya, capaian SAKIP “AA” menjadi pijakan untuk mengadopsi tata kelola global demi mewujudkan Surabaya yang berdaya saing dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

“Dengan demikian, akuntabilitas kinerja tidak hanya memenuhi standar administratif nasional, tetapi juga bergerak menuju standar tata kelola kota berkelas dunia,” pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun
Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik
Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA
SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas
Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran, Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Hampir 100 Persen
Peringatan HAN 2026, Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya Penuhi Hak dan Lindungi Anak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:30 WIB

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WIB

Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:44 WIB

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB