Bicarasurabaya.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan skema besar Angkutan Lebaran 2026 untuk mengantisipasi pergerakan nasional yang diperkirakan mencapai 143,7 juta orang. Salah satu fokusnya adalah irisan arus mudik dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026.
Hal itu disampaikan Dudy saat kunjungan kerja di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, Posko Angkutan Lebaran 2026 akan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Kementerian Perhubungan bersama kepolisian dan pemerintah daerah telah memetakan titik-titik rawan kepadatan, terutama pelabuhan penyeberangan, kawasan wisata, dan akses jalan tol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami siapkan tambahan armada kapal di penyeberangan dan rekayasa lalu lintas bersama kepolisian,” ujar Dudy.
Momentum Nyepi menjadi perhatian khusus karena berdampak pada operasional penyeberangan Jawa-Bali. Dudy memastikan akan ada penyesuaian layanan, termasuk penghentian sementara operasional saat Nyepi.
Sosialisasi akan dilakukan lebih awal agar masyarakat bisa menyesuaikan jadwal perjalanan dan tidak menumpuk di pelabuhan.Di jalan tol, Korlantas Polri akan menerapkan skema contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap secara situasional.
Pemerintah juga tetap memberlakukan pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas selama masa Lebaran, kecuali untuk distribusi kebutuhan pokok.
Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) diterapkan untuk mengurai kepadatan. WFA berlaku 15–17 Maret untuk arus mudik dan 25–27 Maret untuk arus balik.
Dudy menilai koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berjalan baik, mengingat provinsi ini menjadi simpul utama pergerakan menuju wilayah timur Indonesia.
Dengan skema terpadu lintas sektor, Kementerian Perhubungan menargetkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali meski beririsan dengan agenda keagamaan besar.
Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan dilakukan secara detail untuk memastikan arus mudik berjalan aman dan lancar di seluruh moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, kereta api, hingga jalan tol.
“Kita bangun sinergi sedetail mungkin agar angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan selamat,” ujarnya.(BS/za)




