Eri Cahyadi Bongkar Beasiswa Pemuda Tangguh Dinikmati Keluarga Mampu dan Anak Pejabat

- Publisher

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Foto: Dok Humas Pemkot/BS)

i

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. (Foto: Dok Humas Pemkot/BS)

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota Surabaya memperketat penyaluran Beasiswa Pemuda Tangguh setelah ditemukan fakta adanya penerima dari keluarga mampu, termasuk anak pejabat, yang dinilai mengambil kuota warga prasejahtera.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, sejumlah penerima beasiswa tercatat masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri dengan biaya tinggi, namun tetap menerima bantuan yang sejatinya ditujukan bagi mahasiswa tidak mampu.

“Masuk jalur mandiri biayanya bisa Rp15 juta per semester, masih dapat uang saku Rp700 ribu per bulan. Ini yang akhirnya menggeser kuota anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Eri.

Menurut Eri, Pemkot tidak melarang anak pejabat menerima beasiswa jika memenuhi syarat prestasi. Namun, masalah muncul ketika kondisi ekonomi keluarga tidak sesuai dengan prinsip keadilan sosial dalam program tersebut.

Untuk menutup celah itu, Pemkot Surabaya menerapkan sejumlah langkah pengetatan. Pertama, calon penerima wajib berasal dari keluarga prasejahtera. Kedua, proses verifikasi awal melibatkan Karang Taruna, RT, RW, hingga petugas kampung.

Eri juga menegaskan pentingnya keterbukaan data ekonomi orang tua. Ia mencontohkan, mahasiswa dengan orang tua bergaji rendah seharusnya tidak mungkin dikenai uang kuliah tunggal (UKT) tinggi.

Baca Juga:  Cegah Radikalisme Sejak Dini, Surabaya Kolaborasi Dengan Densus 88

“Kalau gaji orang tua Rp1 juta atau Rp3 juta, UKT tidak mungkin Rp15 juta. Bahkan bisa gratis. Tapi ini ada yang gajinya Rp7 juta, Rp8 juta, bahkan Rp28 juta per bulan,” ujarnya.

Temuan itu, lanjut Eri, akan dibongkar secara menyeluruh. Ia meminta seluruh data penerima diperiksa ulang, termasuk latar belakang ekonomi keluarga dan jalur masuk perguruan tinggi.

“Jangan main-main dengan anggaran rakyat. Beasiswa ini untuk orang miskin. Kalau mampu, bayarlah sesuai kemampuan. Kalau tidak mampu, sampaikan dengan jujur, pemerintah pasti hadir,” tegasnya.

Pemkot Surabaya juga melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit penyaluran beasiswa. Evaluasi tersebut turut berdampak pada perombakan jabatan di internal dinas terkait.

Baca Juga:  Kampung Pancasila Jadi Cara Surabaya Hidupkan Nilai Pancasila

“Ada kepala dinas yang saya evaluasi karena kok bisa orang kaya dapat beasiswa,” kata Eri.

Meski demikian, Eri memastikan mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang sedang menjalani studi tidak akan dirugikan. Pemkot, kata dia, siap berkoordinasi dengan perguruan tinggi agar mereka tetap bisa melanjutkan kuliah.

“Kalau benar-benar dari keluarga prasejahtera, datang ke kami. Saya akan bicara langsung dengan rektor,” ujarnya, sembari mengapresiasi dukungan sejumlah kampus, termasuk Universitas Negeri Surabaya (Unesa). (BS/za)

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo
3 LPG 50 Kg Diduga Picu Ledakan Dahsyat di Pakuwon City, Polisi: Bukan Bom
58 ASN Surabaya Kena Sanksi, Ada yang Mangkir Lebih dari 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak

Berita Terbaru

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB