Jagal Sapi Ancam Mogok Massal, Tegaskan Aksi Tolak Relokasi RPH Bukan Ormas

- Publisher

Senin, 12 Januari 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bicarasurabaya.com – Penolakan relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke kawasan Oso Wilangun terus bergulir. Ratusan jagal dan pedagang daging sapi mengancam mogok massal jika Pemerintah Kota Surabaya tetap memindahkan aktivitas pemotongan ke lokasi baru tersebut.

Koordinator aksi, Abdullah Mansyur, menegaskan mogok akan berdampak langsung pada pasokan daging sapi di Surabaya. Ia menyebut langkah itu diambil sebagai bentuk tekanan agar tuntutan mereka dipenuhi.

Abdullah menyampaikan dua tuntutan utama kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Pertama, membatalkan rencana relokasi RPH Pegirian ke Oso Wilangun. “Kedua, mencabut surat edaran pendaftaran ulang jagal Pegirian untuk dipindahkan ke RPH Oso Wilangun,” kata Masyur di halaman DPRD Kota Surabaya, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, aksi ini merupakan puncak kekecewaan para jagal dan pedagang karena merasa tidak dilibatkan secara serius dalam proses pengambilan kebijakan. Sejumlah pertemuan yang pernah dilakukan dinilai tidak menghasilkan keputusan yang berpihak pada pelaku usaha.

Ia menambahkan, para jagal telah menghitung dampak ekonomi jika relokasi tetap dilakukan. “Biaya operasional dan waktu tempuh dinilai akan meningkat, sementara keuntungan justru menurun,” imbuhnya.

Usai melakukan audiensi dengan perwakilan DPRD Surabaya, massa melanjutkan aksi menuju Balai Kota Surabaya. Mereka berharap dapat berdialog langsung dengan Wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga:  KPK Tangkap Wali Kota Madiun dalam OTT, Sita Uang Ratusan Juta

Sepanjang perjalanan, massa aksi menegaskan bahwa unjuk rasa tersebut murni dilakukan oleh jagal dan pedagang daging sapi, bukan berasal dari organisasi kemasyarakatan tertentu.

“Mohon maaf ini bukan Madas, sekali lagi bukan Madas, Ini Jagal sapi RPH,” ujar orator dari mobil komando.

Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas kemacetan yang terjadi akibat aksi tersebut.(BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB