Wacana Pilkada oleh DPRD, Ini Sikap Eri Cahyadi

- Publisher

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok Humas Pemkot/bs

i

Foto: Dok Humas Pemkot/bs

Bicarasurabaya.com – Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa prinsip utama dalam pemilihan kepala daerah adalah keterlibatan langsung masyarakat. Pernyataan ini menanggapi wacana agar kepala daerah dipilih oleh DPRD, bukan melalui pemilihan langsung.

“Yang terpenting itu kepala daerah dipilih oleh rakyat,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (10/12/2025).

Meski begitu, Eri mengaku masih menunggu kejelasan mekanisme pemilu mendatang, termasuk apakah pemilihan tetap dilakukan secara langsung atau melalui DPRD. “Yang terbaik apa, ya kita lihat nanti. Apakah dipilih rakyat secara langsung atau lewat DPRD, kita tunggu aturannya,” ujarnya.

Eri menambahkan, APEKSI akan melakukan evaluasi bersama sebelum menyampaikan sikap resmi. “Sambil dievaluasi nanti dengan APEKSI seperti apa,” katanya.

Isu pemilihan kepala daerah oleh DPRD kembali menguat setelah Presiden Prabowo Subianto dan Partai Golkar menyuarakan opsi tersebut. Saat perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan agar pilkada cukup dipilih oleh DPRD, untuk menekan biaya politik dan menyederhanakan proses pemilihan.

Baca Juga:  Resmi Dilantik Presiden, Wali Kota Eri Cahyadi Tancap Gas Lanjutkan Program Periode Kedua

“Kalau bisa pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro dan kontra, tapi perlu kajian mendalam,” kata Bahlil.

Ia juga menyebut pembahasan RUU politik dapat dimulai tahun depan, meski ada kekhawatiran regulasi tersebut dapat digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Saya khawatir jangan sampai UU sudah jadi, lalu di MK berubah lagi,” ujarnya.

Wacana ini memantik perdebatan di sejumlah partai politik, sementara mekanisme pemilu berikutnya masih menunggu pembahasan pemerintah dan DPR. (BS/za)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo
Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan
Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan
Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya
Tempong Sri Dewi Minta Maaf Usai Ledakan LPG di San Antonio Surabaya
Dampak Ledakan Pakuwon City Capai Radius 50 Meter, Puluhan Bangunan Rusak
5 Korban Ledakan Pakuwon City Dirawat, 2 Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Buronan Kasus Fidusia Rp60 Miliar Ditangkap Saat Isi BBM di Gorontalo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Penyelundupan Sabu dalam Ayam Goreng ke Lapas Surabaya Digagalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Polisi Sita Tabung LPG 50 Kg dari Lokasi Ledakan Tempong Sri Dewi Surabaya

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB