Mendikdasmen Pimpin HGN 2025 di Surabaya: Era Baru Kesejahteraan dan Perlindungan Guru Dimulai

- Publisher

Rabu, 26 November 2025 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti saat memimpin upacara Hari Guru Nasional di Surabaya/dok.bicarasurabaya.com

i

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti saat memimpin upacara Hari Guru Nasional di Surabaya/dok.bicarasurabaya.com

Bicarasurabaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Halaman Balai Kota, Selasa (25/11/2025). Peringatan tahun ini terasa istimewa karena dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut mendampingi jalannya prosesi yang berlangsung khidmat tersebut.

Kehadiran Menteri Abdul Mu’ti di Surabaya merupakan bagian dari agenda Kemendikdasmen untuk memperingati HGN secara serentak di berbagai daerah sebagai wujud penghormatan kepada guru atas kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam amanatnya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat kualitas dan kesejahteraan guru. Hal ini sejalan dengan tema HGN 2025, “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.

Ia memaparkan serangkaian kebijakan yang telah dan akan dijalankan, mulai dari peningkatan kualifikasi akademik hingga dukungan finansial yang lebih besar. Pada 2025, pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3.000.000 per semester melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi 12.500 guru yang belum berpendidikan D4 atau S1. Kuota ini akan ditingkatkan menjadi 150.000 guru pada 2026.

Selain itu, tunjangan sertifikasi sebesar Rp2.000.000 per bulan diberikan bagi guru non-ASN, sementara guru ASN menerima tunjangan setara satu kali gaji pokok. Pemerintah juga menaikkan insentif guru honorer dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan pada 2026. “Semua tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening guru,” tegasnya.

Baca Juga:  Keren! Guru se-Surabaya Bakal Terbitkan 1.000 Buku

Menteri Abdul Mu’ti juga mengumumkan reformulasi beban kerja guru, di mana kewajiban mengajar 24 jam per minggu tidak lagi bersifat mutlak. Pemerintah menetapkan satu hari sebagai “hari belajar guru” agar para pendidik dapat fokus pada peningkatan kompetensi dan persiapan pembelajaran.

Kebijakan perlindungan profesi guru turut diperkuat melalui Nota Kesepahaman dengan Kapolri terkait penerapan restorative justice bagi guru yang menghadapi persoalan hukum dalam konteks tugas mengajar. “Ini agar guru merasa aman, tenang, dan tetap berwibawa di hadapan murid,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Abdul Mu’ti juga mengajak para guru untuk terus memperkuat motivasi dan jati diri di tengah tantangan era digital. “Guru mengemban tugas profetik: mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia,” ujarnya.

Baca Juga:  Keren! Guru se-Surabaya Bakal Terbitkan 1.000 Buku

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut baik berbagai kebijakan tersebut. Ia menyampaikan komitmen Pemkot Surabaya dalam mendukung peningkatan kompetensi guru melalui program RPL. Setelah sebelumnya menyasar guru PAUD dan TK, pemerintah kota akan memperluas program RPL bagi guru SD pada tahun 2026.

“Kami berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dapat terus berjalan agar guru semakin sejahtera dan mampu mencetak generasi penerus yang unggul. Apa pun yang kita capai hari ini tidak lepas dari peran guru. Hormatilah guru seperti kita menghormati orang tua,” pesan Wali Kota Eri.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Surabaya juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah guru atas dedikasi mereka mendidik anak-anak di Kota Pahlawan. (BS/Raf)

Berita Terkait

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG
Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi
Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun
Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap
BGN Larang Susu Kental Manis Masuk Menu MBG
Abu Anak Krakatau Ganggu 2.300 Penerbangan, 7 Bandara Masih Ditutup
Kemensos Tahan Bansos 1.400 KPM Terindikasi Terlibat Judi Online

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Mensos Targetkan 50% Penduduk Masuk Perlinsos Digital Akhir 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:45 WIB

BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng dari Mitra MBG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Insentif SPPG Program MBG Diubah, dari Rp6 Juta Jadi Rp2.000 per Porsi

Selasa, 29 September 2026 - 09:15 WIB

Data Jemaah Dibersihkan, Antrean Haji Kini Rata-rata 14 Tahun

Selasa, 29 September 2026 - 07:19 WIB

Suntikan Rp20 Triliun Disiapkan untuk BPJS Kesehatan, Cair Dua Tahap

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB