Gerakkan 1.360 RW, Kampung Pancasila Surabaya Jadi Role Model Baru Pembangunan

- Publisher

Selasa, 25 November 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau salah satu inovasi yang dilakukan di kampung pancasila/dok.Diskominfo Surabaya

i

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau salah satu inovasi yang dilakukan di kampung pancasila/dok.Diskominfo Surabaya

Bicarasurabaya.com – Kota Surabaya, Jawa Timur, telah membuktikan bahwa nilai-nilai luhur bangsa, khususnya Pancasila, tetap relevan sebagai solusi atas berbagai persoalan perkotaan modern. Program “Kampung Pancasila” yang diresmikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada 11 Agustus 2025 terbukti efektif mendorong kemandirian warga sekaligus menjadi model pembangunan bottom-up yang menarik perhatian berbagai daerah.

Program tersebut bahkan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Muhadam Labolo. Ia menilai, langkah yang digagas Wali Kota Eri Cahyadi merupakan upaya melembagakan Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat.

Prof Muhadam menjelaskan, Kampung Pancasila mencerminkan miniatur Indonesia di Surabaya, meski 86 persen penduduknya beragama Islam (Program Madani) dan 83 persen beretnis Jawa (tradisi Arek). Menurutnya, program ini diterapkan melalui empat pilar utama sebagai perasan Lima Sila yang dapat diukur secara praktis, tidak sekadar bersifat simbolik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertama, adalah pilar lingkungan yang diukur dari kesadaran memilah sampah (tongpilah). Isu ini vital mengingat Surabaya memproduksi 1.800 ton sampah per hari. Pembudayaan ini merepresentasikan tanggung jawab semesta (Ketuhanan yang Maha Esa),” kata Prof Muhadam, Senin (24/11/2025).

Pilar kedua menyasar aspek ekonomi yang dinilai dari aktivitas 385.054 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai wujud Keadilan Sosial, dengan target menurunkan angka kemiskinan dari 3,56 persen ke level terendah pada 2026. “Pilar ketiga adalah sosial budaya, yang bisa dilihat dari aktivitas gotong-royong yang merefleksikan nilai Persatuan dan Kemanusiaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Menjelang Hari Jadi Kota Surabaya, Pemkot Obral Sejumlah Insentif Pajak Daerah

Pilar keempat, yakni kemasyarakatan, diukur dari kemampuan warga menyelesaikan persoalan internal dan menjaga keamanan bersama sebagai nilai kerakyatan. “Pengukuran nilai Pancasila berbasis aktivitas warga memberi gambaran tentang perubahan pada tiap komunitas di level pemula, berkembang dan maju,” kata Prof Muhadam.

Evaluasi program dilakukan melalui aplikasi Sayang Warga yang menjadi dasar pembentukan indeks pelembagaan Pancasila di berbagai tingkatan wilayah. Selain itu, strategi keamanan yang melibatkan 9.000 Poskamling ikut menurunkan angka kriminalitas hingga 5 persen setiap tahun.

Sejumlah kampung di Surabaya telah menampilkan hasil konkret dari penerapan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya adalah RW 06 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, yang berhasil menyelesaikan persoalan sosial melalui budidaya maggot dan urban farming berbasis gotong royong.

RW 3 Tambakrejo, Surabaya, juga berperan sebagai laboratorium inovasi Kampung Pancasila. Di kampung ini, nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam bentuk kerukunan dan produksi karya bersama, seperti pembuatan Instalasi Pembuangan Limbah Cair (IPL CRT), pengembangan kebun hidroponik, serta program dolanan mingguan untuk anak-anak.

Keberhasilan implementasi program Kampung Pancasila menarik perhatian banyak pemerintah daerah. Sejumlah kepala daerah bahkan mengirim delegasi ke Kota Pahlawan untuk mempelajari model penggerak masyarakat yang diterapkan Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Bank Sampah, salah satu inovasi yang dilakukan di kampung pancasila/dok.Diskominfo Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Bank Sampah, salah satu inovasi yang dilakukan di kampung pancasila/dok.Diskominfo Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan implementasi Kampung Pancasila pada 1.360 RW telah mengubah paradigma pembangunan kota dari top-down menjadi bottom-up. Ia mengakui, gagasan ini sempat diragukan saat dipresentasikan dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)

Baca Juga:  Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi

“Waktu itu, saya cerita di depan semua kepala daerah saat APEKSI. Mereka bilang Surabaya ini kota besar, enggak bisa dibuat seperti itu sampai akhirnya mereka meminta anak buahnya datang ke Surabaya untuk belajar dan membuktikan sendiri,” ujar Wali Kota Eri.

Keraguan tersebut justru memicu ketertarikan banyak daerah, termasuk Wali Kota Medan dan Depok yang turut melakukan kunjungan kerja ke Kota Pahlawan.

Wali Kota Eri menjelaskan ide Kampung Pancasila lahir dari kesadaran bahwa keberhasilan Surabaya sejak masa perjuangan dicapai melalui keterlibatan semua elemen masyarakat.

“Ketika saya membaca buku sejarah, lalu saya gabungkan nilai-nilai pancasila dengan sejarah bangsa. Saya sadar satu hal bahwa setiap kepemimpinan kota yang berhasil bukan dilakukan pemerintah sendiri, tapi bagaimana kita bisa mengajak semua stakeholder, semua masyarakat untuk menjadi bagian pembangunan dan merasakan Surabaya adalah rumah bersama,” terangnya.

Dalam konsep ini, Pemkot Surabaya berperan sebagai fasilitator atau orkestra, sementara masyarakat menjadi pemain musik yang menciptakan harmoni pembangunan. Setiap RW menjalankan program swadaya dengan dukungan dana stimulan Rp5 juta per bulan serta bonus Rp10 juta per tahun bagi RW yang memenuhi indikator kemandirian.

“Kunci operasional program ini adalah mengubah mindset kolektif, mulai di kalangan pemerintah, warga, maupun stakeholder,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pelayanan PBG MPP Siola Surabaya Hanya 15 Menit, Tercepat se-Indonesia

Melalui Kampung Pancasila, warga didorong aktif mengatasi persoalan lingkungan secara mandiri. “Kalau kita tidak bisa menangani ini, warga baru ngomong sama pemerintah,” tutur Wali Kota Eri.

Tidak hanya itu, program ini juga menggandeng dunia usaha untuk pemberdayaan UMKM lokal, seperti pengadaan slippers hotel dari UMKM binaan Kampung Pancasila.

Menurut Wali Kota Eri, inisiatif tersebut terbukti mampu meredam rivalitas sosial dan menghidupkan kembali tradisi kebaikan seperti “Jumat Berkah”. Ia menargetkan 700 kampung mandiri pada 2026 dan seluruh RW mencapai standar Kampung Pancasila pada 2027.

“Gerakan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila masih sangat relevan untuk menyelesaikan masalah sosial-ekonomi kompleks di era modern,” tegasnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Bank Sampah, salah satu inovasi yang dilakukan di kampung pancasila/dok.Diskominfo Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Bank Sampah, salah satu inovasi yang dilakukan di kampung pancasila/dok.Diskominfo Surabaya

Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widiyanto, menyampaikan sosialisasi Kampung Pancasila telah rampung di 786 RW sesuai target 2025. “Meskipun tahap sosialisasi telah selesai, kegiatan tetap dilanjutkan secara intensif,” ujar Irvan.

Irvan menekankan fokus program saat ini berada pada praktik langsung agar masyarakat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara nyata. “Wilayah yang telah melaksanakan praktik langsung meliputi Pabean Cantian, Genteng, Wonokromo, Tambaksari, Sawahan, Tandes, dan Krembangan,” jelasnya.

Ke depan, implementasi Kampung Pancasila akan diperkuat melalui peningkatan keterlibatan pemuda dengan strategi menjadikan influencer sebagai daya tarik dalam pelaksanaan program. (ADV)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun
Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik
Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA
SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas
Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran, Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Hampir 100 Persen
Peringatan HAN 2026, Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya Penuhi Hak dan Lindungi Anak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:30 WIB

Kolaborasi Pemkot Surabaya, Kejati Jatim dan BPN Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp1 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 13:25 WIB

Lomba Kampung Pancasila Surabaya 2026 Dimulai, 1.360 RW Menuju 200 Besar dan 35 Terbaik

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:44 WIB

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Harga Emas Naik/bs

Bicara Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10 Ribu Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:00 WIB

Bansos Rp9,87 Miliar Disalurkan ke Warga Magetan. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Bicara Jatim

Khofifah Salurkan Bansos Rp9,87 Miliar untuk Warga Magetan

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:02 WIB