Bicarasurabaya.com – Surabaya diprediksi diguyur hujan ringan sepanjang hari, Selasa (18/11/2025). Meski intensitasnya rendah, warga diimbau tetap waspada terhadap jalan licin, genangan, dan perubahan cuaca yang bisa terjadi tiba-tiba di sejumlah titik.
BMKG memperkirakan hujan ringan merata hampir di seluruh kecamatan sejak pagi hingga malam hari. Pola seperti ini umum terjadi pada masa peralihan menuju puncak musim hujan di Jawa Timur. Intensitas hujan relatif stabil pada pagi hari, lalu berlanjut hingga sore seiring naiknya kelembapan udara. Pada malam hari, hujan masih berpotensi turun dengan durasi yang berbeda-beda di tiap wilayah.
Suhu udara Surabaya hari ini diperkirakan berada di kisaran 24–32 derajat Celsius. Suhu minimum muncul saat hujan pagi, sementara kenaikan menuju 32 derajat tertahan awan tebal yang menyelimuti kota. Tingkat kelembapan berada di rentang 66–99 persen, kondisi yang membuat embun dan sisa air hujan lebih lama bertahan. Kelembapan tinggi juga meningkatkan peluang hujan susulan, terutama di wilayah dengan permukaan tanah yang cepat menghangat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain Surabaya, cuaca di Jawa Timur pada hari yang sama juga didominasi hujan dengan intensitas bervariasi, dari ringan hingga disertai petir. Suhu udara Provinsi Jatim bergerak antara 17–32 derajat Celsius.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau pembaruan cuaca dan menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.
Rincian Cuaca 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur (18 November 2025)
Wilayah dengan hujan petir:
Kediri, Lumajang, Magetan
Wilayah dengan hujan sedang:
Madiun, Kota Kediri
Wilayah berawan:
Kota Probolinggo
Wilayah lainnya didominasi hujan ringan, termasuk Surabaya, Malang, Jember, Banyuwangi, Bojonegoro, hingga seluruh Madura.
Rentang suhu dan kelembapan tiap daerah berada pada batas wajar musim hujan, dengan suhu terendah 17 derajat di Kota Batu dan tertinggi 32 derajat di beberapa wilayah tapal kuda, Mataraman, dan pesisir utara.
BMKG kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi genangan, terutama di kawasan rawan banjir dan daerah dengan drainase terbatas. Pemerintah daerah juga diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan mulai akhir November hingga Desember. (BS/za)











